<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546</id><updated>2011-08-23T01:16:59.964+07:00</updated><category term='Puisi'/><category term='luka'/><category term='gembel'/><category term='peringatan'/><category term='ibiku.'/><category term='dokter Rina'/><category term='Ciwidey'/><category term='Kisah Nyata'/><category term='Gempa'/><category term='Kisah Hidup yang berhasil kukemas dalam buah pena'/><category term='Cerpen'/><category term='baki'/><category term='Curhat penulis'/><category term='sandra rinaningsih'/><title type='text'>Lihat..., dengar..., dan rasakan...!</title><subtitle type='html'>Inilah rumah baru bagiku. Semoga kau tak jemu untuk datang. Jangan lelah untuk tak bertamu.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>52</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-4366116235498530742</id><published>2010-10-14T20:34:00.005+07:00</published><updated>2010-11-24T21:36:47.259+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='peringatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ibiku.'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gembel'/><title type='text'>Kemarau</title><content type='html'>Tulisan ini sebagai jawaban atas keterpurukan karena melulu tak menghasilkan sesuatu yang bisa ditancapkan pada rumah yang kini mulai kuyu ini. Meski tak kelabu, berharap menjadi mekar adalah rasanya tak berdosa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metamorfosis kehidupan harus dijalani meski jalan terjal berada di sisi kiri kanan kita. Hari ini kita harus rela menjadi debu yang siap diterbangkan oleh angin dan hinggap di sembarang tempat. Esok bisa jadi kita akan menjadi daun di mana lunglai kita tak urung menjadi sebuah tontonan manusia karena melayangnya seperti sebuah layangan yang terlepas dari talinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau, bisa jadi lusa kita akan berubah menjadi sebuah pohon  rindang di mana sebagian orang merasa keranjingan untuk berteduh pada riuhnya gemerisik dedaunan karena digesekkan angin. Bila perlu setelah hari ini, esok dan lusa tak menjadi apa-apa..., berarti kita tinggal menungu kematian yang dikhabarkan terasa sakit dari sekujur tubuh hingga pembaringan di akhir nanti. Au ingin menjaganya supaya tak KEMARAU...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah di mana suburku berada&lt;br /&gt;Setiap jejak telah aku ikuti tapaknya&lt;br /&gt;Pada banyak sudut dengusku bekerja&lt;br /&gt;Setiap malam hanya gelap yang kukeloni meski kantuk mendera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampa benar karena yang kutemui adalah kemarau&lt;br /&gt;Kemarau panjang dengan terik menghujat ubun-ubun&lt;br /&gt;Anasir tubuhku sering berisi amarah&lt;br /&gt;Caci makiku sesekali keluar, Tuhan tengah Tidur&lt;br /&gt;Hingga DiriNya alfa mencubit dari terlenaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/TLcSKp-Yn7I/AAAAAAAAAHk/eNW3N6Q2IGk/s1600/kemarau.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 151px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/TLcSKp-Yn7I/AAAAAAAAAHk/eNW3N6Q2IGk/s200/kemarau.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5527907041896079282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sesekali kutemui dirinya&lt;br /&gt;Sosok ringkih berkebaya yang kemarin&lt;br /&gt;Warnanya mulai pudar, bunga teratai hiasi renda bajunya&lt;br /&gt;Senyum masih yang kemarin, tapi terasa tak pernah basi&lt;br /&gt;Ibuku..., mengelus pundakku dengan tangan yang mulai gamang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencarianku selesai pada tangan yang gamang tadi&lt;br /&gt;Kemarauku tak ikhlas pergi dari jiwaku&lt;br /&gt;Aku membunuhnya dengan langkah tegap meninju langit&lt;br /&gt;Mayatnya kubuang pada sebuah pengasingan agar tak berbau&lt;br /&gt;Agar mereka tak menutup hidung karena harum adalah keabadian&lt;br /&gt;Keabadian sebuah cinta dan persahabatan.&lt;br /&gt;Apa benar demikian? Aku lebih baik jadi gembel dan mayat saja!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-4366116235498530742?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/4366116235498530742/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=4366116235498530742' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/4366116235498530742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/4366116235498530742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2010/10/kemarau.html' title='Kemarau'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/TLcSKp-Yn7I/AAAAAAAAAHk/eNW3N6Q2IGk/s72-c/kemarau.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-5175398215758260899</id><published>2010-07-27T21:11:00.014+07:00</published><updated>2010-08-29T00:34:44.644+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='baki'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sandra rinaningsih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='luka'/><title type='text'>Merapat Hingga ke Batas</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Pahami saja dengan hati. &lt;br /&gt;Saya memang harus banyak mengerti &lt;br /&gt;hal-hal yang tak saya mengerti..."&lt;br /&gt;( Aisyah Nurrahman )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan di atas adalah nukilan dari sebuah SMS yang diterima beberapa bulan lalu. Menerawang jauh ke depan, tentu saja si pengirim tak akan sadar bahwa apa yang ditulisnya melalui SMS tadi adalah bagian dari sebuah babak kehidupan. Bersandingnya antara bahagia dan luka adalah sisi romantisme bernama lakon kehidupan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saja kehidupan tak ada luka dan bahagia, niscaya yang ada adalah jalan datar tanpa sensasi. Nikmatnya tak terasa, bahkan semua layak dianggap sebuah basa-basi. Tak terlalu naif bila saja tiba-tiba deret SMS tadi menghasilkan gumaman berupa larik puisi yang saya angap mulai kedodoran ketajamannya. Tapi tak apalah, rasanya tak tega juga jika rumah ini hanya dikelilingi ilalang kering...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rapikan dulu kusut bajumu!&lt;br /&gt;seteguk saja kau minum teh hangat ini&lt;br /&gt;gigil tubuh kuselimuti dengan senyum&lt;br /&gt;larimu tak akan jauh dari langkahku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempurnaan hakiki tiada dimiliki manusia&lt;br /&gt;keluhmu hanya bertegur sapa dengan angin&lt;br /&gt;berbicara dengan cara hampa&lt;br /&gt;seperti menjual opini pada ilalang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/THeWUlZGEwI/AAAAAAAAAHU/4y9VaT4SOhA/s1600/Tentang_Senja_di_Ujung_Ilalang_by_julianpalapa.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 152px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/THeWUlZGEwI/AAAAAAAAAHU/4y9VaT4SOhA/s200/Tentang_Senja_di_Ujung_Ilalang_by_julianpalapa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5510037949490008834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tanggalkan saja lukamu itu!&lt;br /&gt;luruhkan tangismu biar dipeluk asa&lt;br /&gt;tempat baru nuansa baru&lt;br /&gt;sensasi hidup rona serupa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu itu tentu tak kukunci&lt;br /&gt;pergilah dengan caramu sendiri&lt;br /&gt;layaknya bidadari yang memesona&lt;br /&gt;jangan punggungi aku dengan pergimu&lt;br /&gt;merapatlah hingga ke batas inginmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, Agustus 2010. Salam saya buat Muhammad Rasyid.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-5175398215758260899?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/5175398215758260899/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=5175398215758260899' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/5175398215758260899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/5175398215758260899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2010/07/pahami-saja-dengan-hati.html' title='Merapat Hingga ke Batas'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/THeWUlZGEwI/AAAAAAAAAHU/4y9VaT4SOhA/s72-c/Tentang_Senja_di_Ujung_Ilalang_by_julianpalapa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-3909826313452657603</id><published>2010-03-07T09:04:00.006+07:00</published><updated>2010-03-14T09:49:26.724+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gempa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ciwidey'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dokter Rina'/><title type='text'>Selamat Pagi, Dokter Rina...</title><content type='html'>Angin kembang pete membentuk selingkaran bau harum kala pagi merangkak siang. Dingin sekitar Tenjolaya, kawasan gempa yang menewaskan puluhan korban, dilingkari kebun teh sepanjang mata memandang. Hijaunya hamparan kebun teh kini telah ditumbuhi "jerawat" bernama lubang tanah yang menganga. Dahsyatnya getaran bumi sejurus saja telah menjadikan Perkebunan Dewata nyaris menjadi kuburan masal. Di Dewata, 'dewa' itu benar-benar berteriak melalui caranya sendiri: longsor!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup tak melulu tentang heroisme untuk menjadi orang nomor satu. Pahlawan hanya secuil kisah sejarah yang selalu ditulis dengan huruf tebal-tebal. Keberanian mengukuhkan diri sebagai penakuluk medan berat, terjal dan penuh resiko yang terkadang saja menjadi pribadi yang lupa karena merasa bahwa identitas lebih penting ketimbang tujuan aslinya yang sarat kesejatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehebatan warga kampung Tenjolaya menundukkan tanah perbukitan untuk meraih penghidupan adalah keharusan demi isi perut seluruh isi rumah. Memetik teh sangat akrab dijambangi setiap hari sebagai sarana terlepas dari identitas sebagai pengangguran. Dinginnya udara gunung ditundukkan dengan beringas. Masuk ke semak kebun teh yang tak urung ditumbuhi pula binatang melata semacam ular tak menjadikan para hero itu surut untuk tak memetik teh setiap paginya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mungkin hanya bisa mengabadikan semuanya lewat kata-kata. Sepenggal perjalanan menuju arah Ciwidey sangatlah melelahkan. Tiba di gerbang kota, suasana duka telah terasa ke tulang sumsum. Mimik muka mereka layu seperti setangkai bunga yang tak miskin tersiram air segar. Segerombolan anak-anak lebih suka mendekatkan tubuhnya pada orangtuanya. Mereka seperti trauma dan emoh jauh dari pelukannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/S5MdWqroyhI/AAAAAAAAAHE/VbJZTl92hwQ/s1600-h/cahaya+di+tangan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/S5MdWqroyhI/AAAAAAAAAHE/VbJZTl92hwQ/s200/cahaya+di+tangan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5445728649672706578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dikungkung di bawah tenda plastik berwarna menor. Hujan jatuh tiada henti. Gledek dan petir seperti bunyi petasan dengan ritme seperti tak berujung karena saling menyahut dari berbagai arah angin. Kilatan halilintar seperti blitz kamera pada sebuah acara hajatan, mengkilat membakar muka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejurus mata terlihat, sekumpulan orang-orang begitu giat membangun kehidupan dengan cara membantu mereka mendistribusikan bahan makanan. Membagikan selimut dan mie instan atau susu untuk hari ini demi berakhirnya tangis sang bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ujung sana, dekat kebun pisang milik warga di mana bau kembang pete tercium, ada rumah kosong dengan pemandangan sejuk. Sekumpulan muda-mudi asyik bercerita dengan tawa sesungguhnya. Tawa yang sengaja diundang supaya mahluk manis di depannya ikut terhibur. Para bocah asyik mendengar cerita tentang kisah heroisme seekor kancil yang terlepas dari jeratan macan jahat. Sebagai penanda supaya tetap semangat menjalani kehidupan kendati gempa tengah mendera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawa polos anak-anak juga terekam dengan jelas manakala cerita yang disuguhkan adalah tentang keceriaan. Kasih sayang dengan romantisme sempurna tersaji dengan hebat bahwa kehidupan tak pernah lepas dari romansanya. Herosme dan romantisme sama indahnya dan nyaris tiada sekat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saja ada beberapa anak terluka, idungnya meler karena mimisan. Seorang renta terbaring di dekat tenda dengan luka di kepala terkena reruntuhan. Tak banyak yang bisa diberikan kecuali "membenarkan" letak selimutnya supaya tak kedinginan. Jika saja sahabat aku ada dan punya waktu luang untuk hadir maka leleran di hidung si bocah atau luka di kepala si renta akan segera pulih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu aku hanya bisa bilang, "Selamat pagi, dokter Rina...!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-3909826313452657603?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/3909826313452657603/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=3909826313452657603' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/3909826313452657603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/3909826313452657603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2010/03/selamat-pagi-dokter-rina.html' title='Selamat Pagi, Dokter Rina...'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/S5MdWqroyhI/AAAAAAAAAHE/VbJZTl92hwQ/s72-c/cahaya+di+tangan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-8649513359279033730</id><published>2009-12-30T14:44:00.004+07:00</published><updated>2010-01-01T09:07:38.435+07:00</updated><title type='text'>Senja di Bale Bambu</title><content type='html'>Jika saja engkau mau berbaik hati&lt;br /&gt;tinggalkan tanda..., &lt;br /&gt;kapan engkau tiba menjengukku&lt;br /&gt;tak ada pesan yang kau simpan&lt;br /&gt;apalagi basa-basi itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hilangmu pernah jadi pertanyaan&lt;br /&gt;rupawanmu singgah terkadang saja&lt;br /&gt;tapi ingatnya tak juga mau menepi&lt;br /&gt;seperti garis yang tak berujung&lt;br /&gt;meski kupenggal berkali-kali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sz1XIAQ0NRI/AAAAAAAAAG8/uYyZZsuJk6o/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 113px; height: 119px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sz1XIAQ0NRI/AAAAAAAAAG8/uYyZZsuJk6o/s200/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421585321445045522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bukan di sebuah kelokan aku melihatmu&lt;br /&gt;apalagi di persimpangan jalan&lt;br /&gt;pada rumah bagus bercat renyah&lt;br /&gt;asyik kemasyukmu kupergoki&lt;br /&gt;pangling...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sempat berlari, sembunyi&lt;br /&gt;wajahmu menguntitku hingga ke ujung pintu&lt;br /&gt;bila saja tubuhku dibaringkan&lt;br /&gt;di bale bambu reyot depan rumahku&lt;br /&gt;kantukku tak pernah hujam mataku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatiku tak pernah kemarau...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-8649513359279033730?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/8649513359279033730/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=8649513359279033730' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/8649513359279033730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/8649513359279033730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2009/12/jika-saja-engkau-mau-berbaik-hati.html' title='Senja di Bale Bambu'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sz1XIAQ0NRI/AAAAAAAAAG8/uYyZZsuJk6o/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-610140189535557915</id><published>2009-12-28T11:02:00.004+07:00</published><updated>2009-12-30T14:29:28.679+07:00</updated><title type='text'>Setelah Gempa, Dusun Kami Kini krisis Air</title><content type='html'>Pulang ke Dusun adalah hal yang membanggakan. Tanah kelahiran yang dulu menjadi pijakan hidup para 'karuhun' atau nenek moyang kita ternyata telah banyak mengalami perubahan.&lt;br /&gt;Demokrasi yang ingar bingarnya hanya sebatas di perkotaan, mulai merambah dusun kami. Keberadaan Geotermal atau proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas di kaki gunung Wayang telah menggerakan energi mereka untuk ikut-ikutan berdemo. Ketimpangan pembagian karyawan menjadi penyebabnya. Penduduk mensinyalir, warga setempat kurang diberdayakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Listrik yang dihasilkan dari pelukan Gunung Wayang Windu itu mampu mensuplai Jawa-Bali. Betapa besar keuntungan yang diraih oleh orang kota tadi, sementara yang puluhan tahun "menduduki" daerah tersebut atau warga sekitar cukup diberikan sarana jalan yang dihotmix lumayan bagus, itupun karena si empunya proyek juga punya kepentingan untuk mengangkut alat berat. Tidak murni, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gempa yang menerjang dusun kami tak hanya meninggalkan puing, tapi juga air mata yang masih tersisa. Ketika gema takbir menjelang Idulfitri berkumandang, sebaian warga masih pasrah dipelukan tenda sederhana dengan penerangan seadanya. Baju baru yang dibeli buat keesokan harinya seolah menjadi tak berarti karena mereka bingung kemana akan bepergian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Raya yang seharusnya bertabur kebahagiaan, cuma sebatas khayalan. Gempa telah mengubur impian mereka begitu dalam. Dengan sendirinya pula mereka melupakan hiruk pikuk pesta perayaan Idulfitri dan lebih asyik membenahi genting yang bocor, dinding yang jebol, atau mengurus kematian tetangga yang tertimpa reruntuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batu ujian tak sebatas di situ saja. Krisis air kini tengah dialami dusun kami. Amat sangat mengherankan, di tanah yang subur di mana dulu air begitu mudah didapat kini justeru kerontang. Tak ada lagi pancuran bambu dengan air yang menggelontor. Tak ada lagi selokan yang membelah kebun teh jika dilihat dari udara tampak seperti seekor ular yang berjalan di semak-semak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasan dan teknologi telah merambah dusun kami. diubahlah sistem pembagian air kepada penduduk dengan ciri "dikirimkan" ke rumah masing-masig. Penduduk tak usah repot menjinjing ember dan memikul cucian piring atau baju kotor ke pancuran karena air sudah dengan bersahabat mengajak tangan kita tinggal memutarkan kran. Cur, air sekepalan ibu jari dewasa menggelontor dengan hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Szr_9qO1nUI/AAAAAAAAAG0/8nM-eqH2M88/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 124px; height: 107px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Szr_9qO1nUI/AAAAAAAAAG0/8nM-eqH2M88/s200/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420926536267439426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Teknologi bisa membawa kemudahan, tapi juga tak jarang bisa membawa kemudaratan jika tak arif-arif amat menggunakannya. Syahdan, air menjadi berkurang karena pelataran hutan kini mtelah berubah wajah menjadi tanaman kentang, kubis atau wortel. Sumber resapan air telah menjelma menjadi "supermarket" sayur mayur di atas bukit, di mana dulu ratusan bahkan ribuan pohon berdiri gagah menghadang erosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini nyaris tak ada lagi gemericik air. Air baru datang jam 9 malam, jika tak punya penampungan maka tubuh akan diistirahatkan untuk rela tidak mandi sampe berhari-hari. Pancaroba tak hanya berlaku untuk musim saja, otak manusia juga bisa mengalami hal itu jika keuntungan sudah dianggap tak ada lagi peluang untuk didapat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-610140189535557915?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/610140189535557915/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=610140189535557915' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/610140189535557915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/610140189535557915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2009/12/setelah-gempa-dusun-kami-kini-krisis.html' title='Setelah Gempa, Dusun Kami Kini krisis Air'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Szr_9qO1nUI/AAAAAAAAAG0/8nM-eqH2M88/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-1353655178824946322</id><published>2009-12-11T19:04:00.003+07:00</published><updated>2009-12-28T10:58:16.997+07:00</updated><title type='text'>Kekasih-kekasih di Ujung Langit</title><content type='html'>Jika engkau adalah panutan ragaku&lt;br /&gt;dan bila saja nyanyian itu selalu untukku&lt;br /&gt;singgah rindumu kunanti sepanjang hayat&lt;br /&gt;melumat aliran dengus nafasmu seusia bumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikrar aku dalam hati&lt;br /&gt;perempuan abadi yang tersimpan rapat di hati&lt;br /&gt;kukencani sepanjang malam&lt;br /&gt;dan membiarkan bulan berjalan lamban&lt;br /&gt;aku tak ingin malam cepat berlalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riak gelombang nan pasang surut&lt;br /&gt;kukayuh bersama hingga menepi di dermaga itu&lt;br /&gt;aku tak akan lalai menggamit tanganmu&lt;br /&gt;perkasaku rela kujadikan tameng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seserius itu aku bermimpi&lt;br /&gt;khayalku memang nakal meski tak kukenal&lt;br /&gt;dengan siapa aku telah "senggama"&lt;br /&gt;dengan sembunyipun aku tak tahu jawabnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupawanmu terkubur rapat-rapat&lt;br /&gt;masih di balik selimut yang kemaren&lt;br /&gt;dengan rengekan manja yang lalu-lalu&lt;br /&gt;dengan lelaki yang itu-itu juga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khayalku hilang di ujung malam&lt;br /&gt;kokok ayam menjamahku untuk tersadar&lt;br /&gt;sempurna nian malam ini&lt;br /&gt;esok, bilakah engkau masih bisa "kukencani"?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunung Potri, 11122009&lt;br /&gt;Untuk Karib di Kota Bandung, maaf jika ini dianggap sebuah kelancangan. Met Ultah, Panjang umur ya....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-1353655178824946322?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/1353655178824946322/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=1353655178824946322' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/1353655178824946322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/1353655178824946322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2009/12/kekasih-kekasih-di-ujung-langit.html' title='Kekasih-kekasih di Ujung Langit'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-2745386909734984088</id><published>2009-10-27T16:42:00.005+07:00</published><updated>2009-10-31T19:43:31.434+07:00</updated><title type='text'>Seroja Taman Hati</title><content type='html'>Bisa jadi inilah hasil karya kesekian setelah lama aku tak bisa "bertelur",. Dusun ini tertinggal jauh dan tak pernah aku isi dengan perkakas berupa coretan. Tersebutlah seorang ibu muda, penampilannya tak bisa dibilang sederhana. Jaman telah menuntunnya menjadi pribadi yang berusaha "mengikuti alur", bersedekah pada kemanjaan diri dan melenakan keanggunan dengan caranya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telisik dengan kelopak matamu, dia memang tak secantik bidadari tapi senyumnya memberi inspirasi. Obrolannya pernah bersarang di otakku, turun ke dalam lipatan hati lalu bersembunyi dalam ingatan. &lt;br /&gt;Dirinya, mempunyai kerinduan tak terperi pada kedua orangtuanya. Sebuah pengabdian nurani dengan logika yang sangat wajar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/SuwwXogpHMI/AAAAAAAAAFk/y4rsVhAVUVI/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 92px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/SuwwXogpHMI/AAAAAAAAAFk/y4rsVhAVUVI/s200/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5398743235879836866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Coba dengar rintihan ini...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini aku tak menemukan lagi...&lt;br /&gt;seraut wajah kemaren  berdaster jingga&lt;br /&gt;dengan polesan wajah nan bersahaja&lt;br /&gt;memunguti kehidupan dengan cara berbeda&lt;br /&gt;meski hatimu sebenarnya pernah terluka&lt;br /&gt;diammu seolah pertanda surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak lelah untuk mengingatmu&lt;br /&gt;berkirim doa tak hanya sekali sepekan&lt;br /&gt;tapi juga setiap dengus nafasku&lt;br /&gt;memberi ruang terlapang, dengan zikir&lt;br /&gt;dan syair sembah sujudku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesekali aku sering mengintip &lt;br /&gt;di sela hati yang kukorek kembali ke masa silam&lt;br /&gt;agung nian engkau punya pribadi&lt;br /&gt;luluh santunmu ajari aku untuk bertutur&lt;br /&gt;aku meranggas merindukanmu, Ibu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini aku tak menemukan lagi...&lt;br /&gt;wajah tampan berkalung sorban&lt;br /&gt;yang kadang terdiam di pojok rumah&lt;br /&gt;secangkir teh dan koran pagi adalah temanmu&lt;br /&gt;membekas dalam ingatku, bermuara hingga ke hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marah sepagi itu yang kau berikan&lt;br /&gt;luluhkan jiwa nakalku untuk sembunyi&lt;br /&gt;merapat dalam telunjukmu dan bersandar dalam titahmu&lt;br /&gt;aku ketakutan, tapi juga terlindungi&lt;br /&gt;Aku rindu dendam untuk menemuimu, Bapak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepenggal cerita jatuh satu-satu&lt;br /&gt;kemolekan duniawai membawaku dalam dahaga&lt;br /&gt;dahaga untuk menikmati bersama mereka&lt;br /&gt;memberikan kasih sayang seutuh kain &lt;br /&gt;tanpa renda, tanpa jeda, tanpa jahitan...&lt;br /&gt;ketulusan abadi dari ankmu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersenyumlah, wahai jiwa yang tenang&lt;br /&gt;ankmu, akan mengukir namamu dalam balutan doa&lt;br /&gt;yang berselimut ribuan zikir&lt;br /&gt;mereka, SEROJA di taman hatiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih buat Teteh di Soreang-Bandung atas inspirasinya. Maaf beribu maaf jika ada kata-kata yang tak berkenan. Protesnya aku tunggu!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-2745386909734984088?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/2745386909734984088/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=2745386909734984088' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/2745386909734984088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/2745386909734984088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2009/10/seroja-taman-hati.html' title='Seroja Taman Hati'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/SuwwXogpHMI/AAAAAAAAAFk/y4rsVhAVUVI/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-7746524742955840706</id><published>2009-09-08T09:32:00.008+07:00</published><updated>2009-12-29T08:58:08.372+07:00</updated><title type='text'>Dusun Kami, Berduka Menjelang Buka Puasa...</title><content type='html'>Aku tak bisa menulis terlalu panjang. Kesedihan adalah untaian keragaman yang setiap hari ditemui. Duka adalah selubung yang selalu ada pada setiap detik karena gempa susulan bakal terjadi. Hidup di tenda, inilah sebuah pesona yang diberikan Tuhan. Alam mungkin tengah menggugat....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/SqdCR5Ee6GI/AAAAAAAAAFc/p4xdJIF4xi0/s1600-h/CIMG0709.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/SqdCR5Ee6GI/AAAAAAAAAFc/p4xdJIF4xi0/s200/CIMG0709.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5379341155062179938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/SqXEaqFEK1I/AAAAAAAAAFE/xubbXGsjqoA/s1600-h/CIMG0618.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/SqXEaqFEK1I/AAAAAAAAAFE/xubbXGsjqoA/s200/CIMG0618.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378921292215102290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/SqXGF2QEyHI/AAAAAAAAAFU/xkXVWFmGEHI/s1600-h/CIMG0650.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/SqXGF2QEyHI/AAAAAAAAAFU/xkXVWFmGEHI/s200/CIMG0650.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378923133728508018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-7746524742955840706?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/7746524742955840706/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=7746524742955840706' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/7746524742955840706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/7746524742955840706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2009/09/dusun-kami-berduka-menjelang-buka-puasa.html' title='Dusun Kami, Berduka Menjelang Buka Puasa...'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/SqdCR5Ee6GI/AAAAAAAAAFc/p4xdJIF4xi0/s72-c/CIMG0709.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-403872896476096800</id><published>2009-08-29T15:35:00.005+07:00</published><updated>2009-08-30T22:05:22.115+07:00</updated><title type='text'>Kepada Lelaki "Pengembara"</title><content type='html'>Sahabat baru saya memang pernah mengungkapkan dalam coretannya bahwa puisi itu adalah sebuah kecengengan karena setiap dirinya jatuh cinta, kumpulan unek-uneknya yang tersimpan dalam hati lalu keluar dalam bentuk "keusilan" yang tak urung isinya adalah air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkannya pula, selain kecengengan tadi, dirinya sempat berujar bahwa apa yang ditulisnya merupakan sebentuk pemberontakan terhadap keadaan yang mendera dirinya. Rasa kecewa dan kepedihan yang ditimbulkan oleh sang Arjuna membuat ia merasa perlu untuk kecewa tapi tidak untuk menulis puisi. Kenapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi apa yang saya tulis adalah sebuah kecengengan. Atau pula sebuah karya seni dengan inspirasi sebuah kekecewaan itu tadi. Cengeng atau tidak, nikmati saja karena hidup akan terus digelayuti perasaan tak puas jika melulu bicara kecocokan. Hidup ini adalah beragam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/SpqUn5vw7wI/AAAAAAAAAE8/XUwIFxCtzd4/s1600-h/menatap+awan.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 112px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/SpqUn5vw7wI/AAAAAAAAAE8/XUwIFxCtzd4/s200/menatap+awan.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5375772518457077506" /&gt;&lt;/a&gt;               &lt;br /&gt;Bila saja engkau pernah mengendap dalam basah jiwaku&lt;br /&gt;kuyakini sepenuh hati engkau kini bagian ragaku&lt;br /&gt;sengaja kubakar rasa cemburu dengan dandanku&lt;br /&gt;kelak engkau tak berlari dariku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murni rasa yang kuberikan,&lt;br /&gt;kau teguk angkuh dengan sangat dahaga&lt;br /&gt;aku tersenyum puas sepenuh harap&lt;br /&gt;sepenggal sejarah hidup akan diisii bersamamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan murung mengais awan&lt;br /&gt;hujan selangkah mengguyur bumi&lt;br /&gt;kesetiaan laksana laknat durjana&lt;br /&gt;rupanya engkau mulai menginjak di lahan basah&lt;br /&gt;berselingkuh pada beda alam. Aku terluka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sudah begini...,&lt;br /&gt;padamu aku tak menemukanmu sebagai lelaki&lt;br /&gt;padamu aku tak mendapatimu sebagai pria&lt;br /&gt;janji hati hanya melekat dalam sesaat&lt;br /&gt;lalu hilang dan kembali mengembara&lt;br /&gt;aku terluka..., Aku tak percaya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thanks To Risa di Gresik atas inspirasinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-403872896476096800?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/403872896476096800/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=403872896476096800' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/403872896476096800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/403872896476096800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2009/08/kepada-lelaki-pengembara.html' title='Kepada Lelaki &quot;Pengembara&quot;'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/SpqUn5vw7wI/AAAAAAAAAE8/XUwIFxCtzd4/s72-c/menatap+awan.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-3402303089085376982</id><published>2009-07-09T19:35:00.004+07:00</published><updated>2009-07-09T19:55:47.985+07:00</updated><title type='text'>Kepada Penguasa Alam</title><content type='html'>Tentu saja aku masih bisa tersenyum kendati blog ini sangat jarang aku jumpai. Tapi juga merasa sedih, seperti luka yang membiru, terasa denyutnya hingga membekas di sayatan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada siapa aku mesti berbagi ketika otakku tak menyimpan secuilpun sesuatu untuk ditulis. Gelapnya melingkar hati dan perasaan lalu membekas di otakku untuk tidak melakukan perintah untuk menulis hal apapun.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/SlXoqnpAzMI/AAAAAAAAAE0/PQJbMxW7Wwk/s1600-h/288331sksb2ftung.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 160px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/SlXoqnpAzMI/AAAAAAAAAE0/PQJbMxW7Wwk/s200/288331sksb2ftung.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356443150720224450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kehilangan telah menjadikan aku begitu buntu. Kreasi hanya tersimpan di sudut kamar pengap dan menggelinding menuju tong sampah. Ketika kutengok, sudah sangat penuh tapi tak satupun yang berwujud. Ya, semua adalah sampah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba dengar keluh kesahku wahai Penguasa Alam. Beri aku sedikit waktu untuk mengubah hidup kembali ke titik awal ketika aku tengah menerima "anugerahMu", seseorang dengan banyak pesona dan tak pernah menidurkan aku untuk tidak menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pulang...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-3402303089085376982?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/3402303089085376982/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=3402303089085376982' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/3402303089085376982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/3402303089085376982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2009/07/kepada-penguasa-alam.html' title='Kepada Penguasa Alam'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/SlXoqnpAzMI/AAAAAAAAAE0/PQJbMxW7Wwk/s72-c/288331sksb2ftung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-6013641872990808965</id><published>2009-05-29T17:53:00.004+07:00</published><updated>2009-05-29T18:32:54.436+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Mengukir Bayang-Bayang</title><content type='html'>Aku hanya bisa menemukanmu di ujung tidurku. &lt;br /&gt;Berselimut perasaan yang mulai sering mengaduh, &lt;br /&gt;kini pilumu tak lagi bisa aku dengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mencoba untuk bertahan dalam perasaan yang sama, &lt;br /&gt;tak berubah dan berdiri kokoh dalam heningnya.&lt;br /&gt;Seperti pelangi, engkau memang banyak warna. &lt;br /&gt;Kutemui sosokmu yang kemarin dan ternyata masih seperti yang dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesetiaan rupanya hanya menghasilkan siksaan&lt;br /&gt;kesetiaan hanya menghasilkan penantian dengan ujung seperti pisau&lt;br /&gt;sesaat bisa membunuhku dan menyisakan luka kendati tiada tampak&lt;br /&gt;kesetiaan adalah rela untuk dijadikan apa saja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pernah mengukirmu dengan bayangan serba indah&lt;br /&gt;kuraba sangat hati-hati dan ternyata tak bisa kurasakan&lt;br /&gt;ketika tanganku terkepal, angin hanya bisa berlalu&lt;br /&gt;sepertinya, aku harus mencari kembali kepalan itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-6013641872990808965?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/6013641872990808965/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=6013641872990808965' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/6013641872990808965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/6013641872990808965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2009/05/mengukir-bayang-bayang.html' title='Mengukir Bayang-Bayang'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-2668240484210425940</id><published>2009-05-24T16:49:00.002+07:00</published><updated>2009-05-24T17:03:55.916+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat penulis'/><title type='text'>Ilalang Semusim Jagung</title><content type='html'>Lama ditinggalkan, sisi kiri rumah pekarangan ini tampak kuyu kelabu. Sangat tak terawat. Pintu yang mulai sulit dibuka karena karat telah lama mengendap menjadi tambah kekuningan. Cuaca yang datang tak menentu membuat rumah ini kesepian dalam penantian yang tak berujung. Aku rupanya telah kehilangan makna untuk berkata-kata. Seisi pikiran tiba-tiba mengendap dalam balutan yang hampa, nyaris seperti awan yang sebenatr menggulung, sebentar ditiup angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba dengar wahai Kumbang Dusunku. Kini Aku datang hanya untukmu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khabar baik, bukan?&lt;br /&gt;Akha..., engkau termangu begitu&lt;br /&gt;kemana kebiasaanmu bersungut seperti senja dulu&lt;br /&gt;ocehanmu lantang mengisi bening&lt;br /&gt;kini punggungmu tampak membelakangi aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku rupanya lelaki biasa&lt;br /&gt;yang tak bisa berkata-kata tanpa isi hati&lt;br /&gt;menipu menjadi mesra aku tak bisa&lt;br /&gt;apalagi harus bermain sandiwara dalam lakon&lt;br /&gt;aku lah lelaki kekinian&lt;br /&gt;yang mencoba bicara seperti apa yg ada di hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesekali aku sering memungut cerita sahabatmu&lt;br /&gt;yang katanya sudah jemu untuk bertamu&lt;br /&gt;terlalu sibuk menata rumah, walau hanya meletakan gelas&lt;br /&gt;tiada keabadian memang....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semusim jagung aku meninggalkanmu&lt;br /&gt;tak banyak jejak yang terekam&lt;br /&gt;aku tetap berada di sampingmu&lt;br /&gt;mereka ulang isi cerita dengan tokoh yang berbeda&lt;br /&gt;semoga kali ini memang lain...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-2668240484210425940?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/2668240484210425940/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=2668240484210425940' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/2668240484210425940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/2668240484210425940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2009/05/ilalang-semusim-jagung.html' title='Ilalang Semusim Jagung'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-2594021648044654892</id><published>2009-04-06T13:55:00.003+07:00</published><updated>2009-05-06T11:01:40.528+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Nyanyian Kumbang Dusun</title><content type='html'>Kurus kering rupa gagahmu&lt;br /&gt;dicabik muka ayu semalam suntuk&lt;br /&gt;Hadir dalam mimpi seperti kemarin&lt;br /&gt;Mengajakmu pesta asmara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya mimpi yang engkau gauli&lt;br /&gt;Nikmatnya hanya sebatas harap&lt;br /&gt;Otak menyimpannya begitu rapi&lt;br /&gt;Hingga engaku telanjang di dirinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obral janji dalam semedi&lt;br /&gt;Dibiarkan mulutmu ternganga&lt;br /&gt;Jutaan pengakuan dimamahnya&lt;br /&gt;Tak ada seringai bahkan senyuman&lt;br /&gt;Seperti mimpi, tiada rasa tiada apa&lt;br /&gt;Dia diam tak mengacuhkanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurus kering wajah hebatmu&lt;br /&gt;Terbujur kaku dalam jambangan&lt;br /&gt;Tak lagi elok bunga dan daunmu&lt;br /&gt;Puisimu tak lagi menggugah&lt;br /&gt;Diinjak malam dan siang sepekan&lt;br /&gt;Air itu kian jauh meninggalkanmu&lt;br /&gt;Semua tak ada yang abadi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paksakan saja untuk tersenyum&lt;br /&gt;hidupmu adalah milikmu&lt;br /&gt;jalankan kayuh sampanmu&lt;br /&gt;hingga menepi di dermaga itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dusun Kami, 060409/1417&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-2594021648044654892?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/2594021648044654892/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=2594021648044654892' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/2594021648044654892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/2594021648044654892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2009/04/puisi-dalam-jambangan.html' title='Nyanyian Kumbang Dusun'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-5746322657642634750</id><published>2009-03-26T12:13:00.005+07:00</published><updated>2009-03-26T13:01:31.633+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat penulis'/><title type='text'>KOSONG</title><content type='html'>Cukup lama aku tak mengencanimu &lt;br /&gt;Jika ternyata harus datang...&lt;br /&gt;itupun selalu dari kejauhan dan hanya memandang saja&lt;br /&gt;tak ada bahan tulisan yang kusimpan&lt;br /&gt;hingga aku rela untuk berpaling kepada aingin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otakku begitu padat dengan coretan&lt;br /&gt;tentang kamu, engkau juga mereka&lt;br /&gt;Tak satupun yang kusimpan, terasa bias&lt;br /&gt;senyap yang kumiliki serta merta sirna&lt;br /&gt;sebab yanga  ada hanyalah tarian kesendirian&lt;br /&gt;dengan sudut bibir yang terasa masih bagus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibir yang kini terus terkatup&lt;br /&gt;Singgah pada sebuah keabadian&lt;br /&gt;lunglai dalam pelukan awan putih&lt;br /&gt;melulu bercerita tentang ketidakberdayaan&lt;br /&gt;untuk menari dalam gamelan sedu sedan itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali aku akan terlambat menjengukmu&lt;br /&gt;buah pikiranku sedang terantuk bebatuan&lt;br /&gt;ada kekosongan pikiran dan kesulitan berkelana&lt;br /&gt;seperti kembang kertas, gugur bersama senyapnya angin&lt;br /&gt;entah kemana aku harus mencari&lt;br /&gt;membangunkan dari 'tidurnya' sungguh tak mungkin&lt;br /&gt;karena aku "TAK TURUT MENYELIMUTINYA"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau sepertinya tahu dengan apa yang kutulis...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-5746322657642634750?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/5746322657642634750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=5746322657642634750' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/5746322657642634750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/5746322657642634750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2009/03/kosong.html' title='KOSONG'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-991243335287967192</id><published>2009-03-09T18:09:00.005+07:00</published><updated>2009-03-09T18:56:57.169+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat penulis'/><title type='text'>Kepada Sahabat ( Bisa Karena Biasa )</title><content type='html'>Apa khabar, sahabat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentar lagi matahari akan dengan lekas sembunyi. Merapat di balik ufuk dan baru muncul esok hari. Rindu pada sinarnya dan selalu menginginkan terang itu datang setiap detik, tapi rupaynya tidak bisa karena malam hari akan segera menggantikannya. Bersyukur jika malam ini ada bulan, tapi itu pun muncul nanti setelah sepertiganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita benar-benar tak bisa melawan alam. Tuhan telah menggariskannya dengan tepat bahwa rotasi tidak bisa dirubah oleh manusia. Jika toh bisa mengubah, itu pun dengan bantuan lilin atau obor, tentu terangnya tak sehebat matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang kita jalani juga adalah sebuah rotasi dan perputaran jalan hidup. Setiap manusia membawa sejarahnya masing-masing. Pahit dan manisnya sabar kita jalani. Suka dan dukanya pasrah dijalani. Curam dan terjalnya rela kita daki, biar semua berakhir dengan pahala. Ya pahitnya, ya manisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau tentu sedang berlomba menghadapi pahit manis itu, bukan? Manis karena apa yang engkau minta sesaat lagi akan jadi kenyataan. Sebuah permintaan khusus sering kau senandungkan lewat sujudmu. Meminta pada YANG PUNYA HIDUP untuk diberikan lagi satu penerus, supaya buah hatimu yang telah lama hadir tak merasa kesepian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/SbUAtEepeWI/AAAAAAAAAEs/BpU8qOfG1BA/s1600-h/wanita"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 119px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/SbUAtEepeWI/AAAAAAAAAEs/BpU8qOfG1BA/s200/wanita" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311152109849770338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pahitnya, jika boleh dibilang demikian, adalah romantikanya satu episod di mana itulah seninya orang yang tengah "DIKABULKAN" permintaannya. Maksud Tuhan mungkin adalah supaya kita lebih menghargai atas pemberiaNya jika kelak kita lupa untuk bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku, sebagaimana engkau tahu, bukanlah malaikat. Manusia biasa yang tentunya punya sisi buruk juga, seperti engkau, mereka dan juga milyaran manusia lainnya. Hitamnya hidup, merupakan bagian dari sisi buruk itu sendiri. Apa yang tengah engkau alami merupakan sisi manis sebuah kehidupan. Jangan dibuat hitam dengan keseringan mengaduh. Kuatkan saja, tersenyum dalam ikhlas, dan tentu..., selalu tabah menjalani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti matahari, aku selalu rindu untuk datang menyapamu. Tapi rupanya cuaca sedang tak bagus karena sebentar mendung, sebentar cerah. Lain dari itu, engkau sedang fokus pada jadwal hidupmu, mengantar dan memanjakaan buah janin itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalani semua dengan tabah. Inilah kehidupan. Semakin nikmat direguk, semakin sering kerikil yang akan kita lalui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam damai hati ini, aku tak pernah lupa berharap lebih baik pada jalan hidupmu. Barangkali aku tak akan merugi jika dalam sujudku menyelipkan sebait doa bagi hidupmu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-991243335287967192?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/991243335287967192/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=991243335287967192' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/991243335287967192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/991243335287967192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2009/03/kepada-sahabat.html' title='Kepada Sahabat ( Bisa Karena Biasa )'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/SbUAtEepeWI/AAAAAAAAAEs/BpU8qOfG1BA/s72-c/wanita' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-8337066286413436786</id><published>2009-03-05T14:15:00.005+07:00</published><updated>2009-03-05T16:14:30.934+07:00</updated><title type='text'>Senyum Matahari</title><content type='html'>Hening yang kita punya adalah milik bersama. Tapi cahaya yang kau miliki adalah seutuhnya milik diriku. Tak sempurna memang sinar yang kau miliki. Kendati redup, selalu kuburu karena setiap saat ingin bersamamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya aku telah kehilangan sinar itu. Kukejar, nyaris ke semua penjuru. Mencari berita dan berusaha meneropong melalui mata hatiku. Engkau belum juga kutemui di mana geragan berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali sebagai obat manakala hatiku terkikis karena mengingatmu, nyaris seperti mengigau aku berteriak dalam hening itu. Malam yang menusuk tulang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sa-XJkgxbDI/AAAAAAAAAEk/Z3MhhHjRetw/s1600-h/jalan+panjang.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sa-XJkgxbDI/AAAAAAAAAEk/Z3MhhHjRetw/s200/jalan+panjang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309628676368854066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin menyusupmu&lt;br /&gt;pada bathin kecil tak bertajuk&lt;br /&gt;meraih isi hatimu&lt;br /&gt;dan dikepal untuk selamanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringkih yang aku punya&lt;br /&gt;tak berarti aku harus menjauh&lt;br /&gt;apapun dirimu, tetap bagian sisi tubuhku&lt;br /&gt;wajah selembut embun itu...&lt;br /&gt;menyayat hati sedetik tak ditinggalkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuberi nama sebagai Senyum Matahari&lt;br /&gt;karena engkau adalah penerang &lt;br /&gt;pelukan hangat yang sempat terjalin&lt;br /&gt;lalu melepuh dengan perlahan&lt;br /&gt;pergi dalam ketidaktahuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyum ini...&lt;br /&gt;tentu abadi hanya milikmu seorang&lt;br /&gt;rangkul aku dalam cuaca apapun&lt;br /&gt;sebab aku adalah gunung bagi hidupmu&lt;br /&gt;kemarilah,wahai Mmatahariku...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-8337066286413436786?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/8337066286413436786/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=8337066286413436786' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/8337066286413436786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/8337066286413436786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2009/03/senyum-matahari.html' title='Senyum Matahari'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sa-XJkgxbDI/AAAAAAAAAEk/Z3MhhHjRetw/s72-c/jalan+panjang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-5021496575518060781</id><published>2009-02-25T17:54:00.007+07:00</published><updated>2009-02-27T16:41:24.702+07:00</updated><title type='text'>Kepada Jiwa yang Sendiri...</title><content type='html'>Dalam basah hujan kehidupan terus berlangsung. Luka hatiku sejuk menepi robek, tersirami. Jalanku cepat terayun. Menuju daun pintu yang telah lama terkunci. Tak ada jeda untuk berhenti, kendati sampai menangis darah sekalipun. Jarum jam terus berdetak. Pergi meninggalkan waktu dan jutaan sejarah manusia. Tak ada keberpihakan, kendati aku tengah meradang, merintih dalam sakit. Nyaris sempurna, tak ada yang peduli kendati hanya kata-kata!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mungkin harus berhenti mengemis. Puluhan tonggak dan kepalan harus rela kusimpan dan hanya hati yang tahu. Kuat atau tidak beban itu aku pikul, rasanya tidak penting karena aku telah berusaha menajdi manusia layaknya manusia. Kali ini aku hanya ingin merintih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/SaUrayzL4OI/AAAAAAAAAEc/zMvhlYPJfzo/s1600-h/menangis.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 193px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/SaUrayzL4OI/AAAAAAAAAEc/zMvhlYPJfzo/s200/menangis.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306695475239051490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Air hujan dan tangisan tiada beda. Beningnya sama mengalir..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sejak aku ditinggalkannya&lt;br /&gt;luluh lantak benar jiwa ragaku&lt;br /&gt;seperti dihantam ribuan pelor&lt;br /&gt;kelakarku hilang dalam ingar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba sembunyi dan rajin menepi&lt;br /&gt;lukaku tetap tak hilang&lt;br /&gt;gambaran nyata siulanmu itu&lt;br /&gt;selalu terkepal dalam ingatku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya aku diam     &lt;br /&gt;diam seperti yang engkau mau&lt;br /&gt;sembunyimu selalu bisa kuikuti&lt;br /&gt;kendati rapat benar kau selimuti &lt;br /&gt;di mana 'tubuhmu' aku bisa rasakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau sepertinya ingin pergi...&lt;br /&gt;dan aku harus bisa memberimu jalan&lt;br /&gt;kelapangan jiwa tanpa luka&lt;br /&gt;kebeningan hati tanpa tangisan&lt;br /&gt;Kali ini aku akan pasrah...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-5021496575518060781?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/5021496575518060781/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=5021496575518060781' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/5021496575518060781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/5021496575518060781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2009/02/kepada-jiwa-yang-sendiri.html' title='Kepada Jiwa yang Sendiri...'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/SaUrayzL4OI/AAAAAAAAAEc/zMvhlYPJfzo/s72-c/menangis.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-4075560126401231446</id><published>2009-02-18T16:38:00.003+07:00</published><updated>2009-02-23T20:24:51.593+07:00</updated><title type='text'>Perjalanan dan Kunang-kunang</title><content type='html'>Baru saja adzan subuh lewat. Pagi yang seharusnya ditumbuhi hujan kali ini justeru tampak sebaliknya; beberapa bintang ada di atas kepalaku, di langit yang sudah tak lagi biru karena awan seolah-olah dengan perlahan saling menepi menuju bibir bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keindahan yang didapat kali ini terasa lebih sempurna. Alam telah memberikan banyak hiasan bagi jagat raya dan isinya. Berbaring gunung dengan tidur yang juga sempurna. Ngigau air terus berbunyi dengan gemericiknya. Alam, selalu dengan setia "menunggui"  dan memapah kemana manusia akan pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sesaat hanya merenung. Pada secangkir air yang sudah dingin karena dibekukan alam tanganku terkepal penuh, mendambakan kehangatan yang tersisa dari cawan tadi. Aku tak mendapatkan apa-apa selain rasa dingin yang kudapat. Aku sempat menyesal, kenapa tidak sedari tadi rasa hangat itu kuraih selagi air masih panas. Aku awalnya tentu menyesal karena tak mendapatkan kehangatan itu. Lama berdiri dalam penyesalan dengan keputusan yang telah kubuat malah menambah pikiranku terjadi pertarungan sengit, seperti keputusan setengah hati saja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mencoba untuk berdiri. Di sisa keremangan yang hampir habis sebuah cahaya tersembunyi di balik rindang daun. Nyaris tak terlihat bahkan! Tapi cahayanya masuk begitu dalam menembus mata. Aku sempat silau, tapi indahnya membuatku terpesona. Dalam remang bintang dan malam yang hampir habis, aku masih menikmati cahaya kunang-kunang itu. Seperti sinar yang dipancarkannya aku bisa bercerita tentang alam sekitar, hati yang gundah karena jatuh hati, kecintaan kepada orang-orang terdekat dan juga rasa kagum terhadap ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunang-kunang itu lalu kudekati. Sinarnya tetap benderang. Tapi aku merasakan lain. Pesonanya sedikit terhalang ranting kecil hingga tubuhnya yang mungil nyaris terjepit. Sebuah persoalan dilematis karena di sisi lain ia harus tetap bertahan hidup dengan nuraninya, di sisi lain dirinya merasa dilukai oleh ranting kecil itu.&lt;br /&gt;Tak lama kunang-kunang itu menderita. Proses alam telah menolongnya. Inilah yang namanya 'pertolongan entah...'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu aku merasa kagum. Dengan kekuatan hidup sebegitu besar telah menjadikan kunang-kunang demikian perkasa di tengah raksasa-raksasa lain. &lt;br /&gt;Jika saja malam tak akan menemui siang, aku tentu akan lebih betah "menemani" kunang-kunang pagi itu. Tapi rasanya tak mungkin karena dengan segala keterbatasan yang diberikan Tuhan, sinarnya hanya akan dinikmati manakala kegelapan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja..., aku merasa kangen menemui dini hari seusai subuh, bertemu kunang-kunang. Kalau saja aku punya kuasa..., aku ingin sekali meminta kepada Tuhan untuk "mempersunting" kunang-kunang itu. Tapi Tuhan "menolak" dengan tegas bahwa kunang-kunang itu sudah dimiliki oleh kegelapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan yang indah. Hanya beberapa menit saja tapi nikmatnya hingga ke sanubari. Mungkin bisa terkenang sepanjang hayat dan membekas sempurna dalam ingatan.&lt;br /&gt;Terima kasih, Kunang-kunang!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-4075560126401231446?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/4075560126401231446/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=4075560126401231446' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/4075560126401231446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/4075560126401231446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2009/02/perjalanan-dan-kunang-kunang.html' title='Perjalanan dan Kunang-kunang'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-1917914570747550546</id><published>2009-02-06T07:12:00.002+07:00</published><updated>2009-02-06T07:18:58.653+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat penulis'/><title type='text'>Lagi, Aku kalah!</title><content type='html'>Sekeping hati yang mulai layu&lt;br /&gt;Digulung rasa dingin sesuntuk ini&lt;br /&gt;Penantian panjang yg entah kapan berakhir&lt;br /&gt;Akhirnya aku lunglai bersandar hampa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerangan engkau tak mau tahu&lt;br /&gt;Dengkurmu tak sanggup kudengar&lt;br /&gt;Jauh di lubuk hati yang tercabik&lt;br /&gt;Sosokmu tak jua kutemui malam itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengiba pada keadaan adalah kesia-siaan&lt;br /&gt;Bergandengan hanya pada saat merasa kesepian&lt;br /&gt;Yang tersisa hanya segumpal rasa bersalah&lt;br /&gt;Lau aku kembali dalam kekalahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lawanku kali ini adalah keinginanku&lt;br /&gt;Yang selalu kukuh bersarang dalam hati&lt;br /&gt;Tak juga mau enyah&lt;br /&gt;Kendati telah kuusik berkali-kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kehilangan kata-kata…!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-1917914570747550546?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/1917914570747550546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=1917914570747550546' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/1917914570747550546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/1917914570747550546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2009/02/lagi-aku-kalah.html' title='Lagi, Aku kalah!'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-3648141087611958396</id><published>2009-02-04T22:27:00.004+07:00</published><updated>2009-02-04T22:42:49.163+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat penulis'/><title type='text'>Keinginanmu Adalah Perintah Bagiku</title><content type='html'>Benar apa yang dikatakan bahwa perasaan simpati terhadap seseorang bisa menjinakan keliaran kita. Tiba-tiba saja kitapun tunduk terhadap perintah, menjadi pribadi yang jinak, penurut, dan dengan segala “kerendahan hati”  begitu mudahnya mampu menjelma menjadi orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun namanya, lakon hidup harus terus berlangsung kendati aku mesti memerankan dua nama dalam satu tubuh. Sebuah penyelamatan gemilang, tapi itu tadi, karena tak biasa dan tak tega aku sempat protes. Tapi engkau dengan senyum bagusnya berujar pendek bahwa ini jalan aman menuju sebuah “keinginan”. &lt;br /&gt;Hm…, aku hanya bisa tersenyum dalam hati. Sabar…, inilah resiko sebuah keinginan tadi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku, sebagaimana engkau, tentu lebih banyak tersenyumnya dengan sandiwara seperti ini. Ketika tulisan ini kubuat, engkau mengaku tak sabar ingin segera membacanya. Aku tentu bahagia karena itu berarti engkau belum bosan menikmati ocehan serta celotehanku. Di sisi lain, aku sempat kehilangan kepercayaan untuk menulis karena bisa saja isi tulisanku tak lagi “menendang pikiranmu” hingga akan terasa hambar. Beruntung, engkau  mengakui bahwa  kini sudah terbiasa dengan curahan bathinku. Tak ada lagi degup jantung dan anasir tubuh yang menggiggil. Semua mengalir biasa-biasa saja. Apa benar demikian, wahai pribadi yang selalu kukenang itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup lama aku tak mencicipi kemarahanmu seperti dulu, buah dari cemburuku. Tulisanku tiba-tiba mandul tak berisi. Garing dengan plot datar dan serasa tak menyentuh. Kini, kendati tak dalam kondisi marah, aku justeru bisa menulis karena sandiwara itu. Aku harus menjelma menjadi seorang pribadi gaul dengan gaya tak lagi jadul. Sempurnalah kini jalan hidupku. Bagaimanapun engkau telah menemukan hasrat menulisku dengan cara yang unik, dengan sensitifitas yang juga bisa dibilang tak lazim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/SYm29URTpfI/AAAAAAAAAEE/gZHmEuffyxU/s1600-h/perempuan+sempurna.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 198px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/SYm29URTpfI/AAAAAAAAAEE/gZHmEuffyxU/s200/perempuan+sempurna.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298967601107674610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Keinginanmu seolah menjadi perintahku. Cepat berreaksi tanpa jeda untuk berpikir terlebih dahulu. Semua seolah sudah dikemas dalam kantong bernama ‘spontan’. Sungguh-sungguh aku tak pernah paham dengan kejadian seperti ini. Engkau telah menjadikan otakku begitu giat berpikir. Menjadikan hatiku rajin bersemedi untuk menemukan kata-kata baru, bahasa-bahasa santun hingga mampu bersarang di lubuk hati terdalammu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini entah milik siapa. Hujan di sekeliling tak juga reda. Jika saja saat ini engkau telah tertidur…, kurasa belum karena engkau masih menunggu isi hatiku yang sengaja kutulis untukmu. Andai saja benar engkau telah terlelap…, semoga kantuk yang datang bukan karena bosan menungguku…, tapi kantuk itu datang karena keinginanmu menunggu hari esok supaya lekas datang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-3648141087611958396?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/3648141087611958396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=3648141087611958396' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/3648141087611958396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/3648141087611958396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2009/02/keinginanmu-adalah-perintah-bagiku.html' title='Keinginanmu Adalah Perintah Bagiku'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/SYm29URTpfI/AAAAAAAAAEE/gZHmEuffyxU/s72-c/perempuan+sempurna.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-5492211454428784878</id><published>2009-01-29T17:19:00.002+07:00</published><updated>2009-01-29T17:41:54.542+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat penulis'/><title type='text'>Yang Pergi Bersama Hujan ( Engkau yang Mulai Sulit Kutemui )</title><content type='html'>Rintik hujan jatuh satu-satu. Sekeliling tampak basah, kendati tak seluruhnya tersirami. Aku mulai mencari tempat berteduh setelah sekian lama berkeliling mengitari jalanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepasang muda-mudi nyaris menubrukku, takut hujan besar mengejar mereka. Si pria menggandeng tangan si wanita berambut panjang itu. Berkali-kali dia mengajak berjalan lebih cepat dengan memanggil namanya, "Cepat jalannya, Rin!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahsyat, aku sepertinya tengah mengandaikan sebuah episod romantisme itu sebagai pelakonnya. Sesaat, aku terus menujukan arah pandangannku pada mereka. Nama yang selalu kuingat betul dalam hatiku itu terus menjauh dalam gandengan hangat si pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulirik untuk yang ke dua kalinya di belakangku, mesra mereka tetap terjaga kendati sudah hampir hilang dari pandanganku. Benar..., mereka lenyap di balik rimbun pohon Jalan Ambon yang rindang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti mereka, kini aku ingin bertaya pada sang pemberi inspirsai. Kenapa engkau mulai sulit ditemui?&lt;br /&gt;Rintik hujan belum reda..., singgahlah barang sejenak!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-5492211454428784878?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/5492211454428784878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=5492211454428784878' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/5492211454428784878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/5492211454428784878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2009/01/yang-pergi-bersama-hujan-engkau-yang.html' title='Yang Pergi Bersama Hujan ( Engkau yang Mulai Sulit Kutemui )'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-5334556198506972580</id><published>2009-01-24T18:51:00.002+07:00</published><updated>2009-01-24T19:28:33.931+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat penulis'/><title type='text'>Tanpa Judul</title><content type='html'>Aku terharu sekaligus sedih mendengar ceritamu, wahai Bulan Purnama. Tapi sungguh, aku tak bisa berbuat banyak untuk bisa meredakan 'gerhana' yang kini tengah kau alami. Aku, hanya bisa berjanji untuk mendengar ceritamu meski sampai pagi sekalipun.&lt;br /&gt;Cerita bahagia dan duka bagiku sama bagusnya karena semua mengandung nilai-nilai positif, sebagai pembelajaran karena semakin mau mendengar, semakin matang kita berpikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila saja langkahmu akan terus diayunkan untuk membina kebersamaanmu dan diyakini sebagai jalan terbaik, lakukanlah! Isi hati kadang selalu menuntun pada arah yang lebih baik ketimbang sentuhan otak kita yang kadang berisi banyak 'siulan nakal'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakini saja bahwa apa yang terjadi adalah sebagai romantikanya sebuah kebersamaan. Biduk rumah tangga seperti dikelola oleh dua nahkoda. Jika tak ada kebersamaan, maka si perahu akan oleng dan dihanyutkan gelombang pasang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tegar yang kau miliki sejatinya bisa menjungkir balikan isi hatinya untuk menjadi luluh. Membuang sifat 'kekanakannya' untuk memungut mainan temannya. Bagaimana bagusnya mainan itu, seharusnya dia sadar karena yang dimilikinya lebih elok dan ayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sesungguhnya kehilangan kata-kata untuk menuliskannya. Tapi gerhana yang kau alami sungguh-sungguh membuat hatiku ikut khawatir bahkan terpikirkan di benakku. Jika saja engkau ada di depanku..., tentu semua akan menjadi lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung tengah dilanda hujan. Semua jalanan beraspal basah oleh rintiknya. Tak ada bulan, sama seperti yang kau alami..., Bandung pun tengah gerhana. Tapi riak kehidupan tetap berjalan. Lampu sorot benderang hingga bangunan kota bermandikan cahaya, ribuan pejalan kaki asyik memenuhi jalan protokol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti keadaan kota itu..., kehidupanmu pasti akan terus berlangsung. Jika saja gerhana itu terjadi kini..., semoga cepat berakhir. Semoga!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-5334556198506972580?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/5334556198506972580/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=5334556198506972580' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/5334556198506972580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/5334556198506972580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2009/01/tanpa-judul.html' title='Tanpa Judul'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-4810746262092019429</id><published>2009-01-20T14:53:00.009+07:00</published><updated>2009-01-20T16:06:17.733+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat penulis'/><title type='text'>Mimpi Kecundang</title><content type='html'>Kenyataan pahit tak hanya bisa dialami dalam kehidupan. Di dalam ilusi seperti mimpi pun, kelunya kehidupan bisa hadir kendati tidak sesempurna di kehidupan nyata. Kenapa mimpi bisa terjadi? Jangan dipusingkan untuk mencari jawabnya. Nikmati saja bahwa itu sudah jadi bagian proses kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saja orang berpikir bahwa mimpi adalah bunganya tidur, alasan ini tak bisa disalahkan. Pun demikian dengan orang yang berpikir bahwa mimpi datang karena separuh pemikiran di otak kita adalah obyek yang kita impikan tadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan mimpi yang lahir karena sebuah ketergesa-gesaan di mana waktu seperti mengejar hingga mimpi itu terpotong di banyak kisah?. Keluh kesah itu bisa terekam di beberapa lirik berikut ini. “Pertemuanku” dengan wanita dalam mimpi itu diulur dalam sebuah prosa layu. Coba simak dengan perasaan yang biasa-biasa saja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/SXWT1EUIShI/AAAAAAAAAD0/JbB6Y2ny6tE/s1600-h/wanita.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 112px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/SXWT1EUIShI/AAAAAAAAAD0/JbB6Y2ny6tE/s200/wanita.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293299476944407058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertiga malam yang aku lewati&lt;br /&gt;Engkau sengaja singgah, nyaris mengejarku&lt;br /&gt;Di tepian malam, dingin menusuk tulang&lt;br /&gt;Sosok ayumu sejenak kunikmati dalam diam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggun nian pesonamu malam itu&lt;br /&gt;Kutangkap jinak dalam ruang mataku&lt;br /&gt;Sembunyi di dalam sanubari&lt;br /&gt;Sekeping hati itu berbicara gagu&lt;br /&gt;Karena aku tak seperti yang kau mau(?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak acuh engkau berkerling, &lt;br /&gt;senyum hambar basa-basi&lt;br /&gt;Hatimu seperti berkelit&lt;br /&gt;Berlari untuk menghindariku&lt;br /&gt;Aku berdiri dalam gagap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam kecundang, &lt;br /&gt;dalam gagu aku berontak&lt;br /&gt;Aku benar-benar kalah seperti pemabuk&lt;br /&gt;Menggelinding jauh ke lorong waktu&lt;br /&gt;Tersuruk dimamah malam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-4810746262092019429?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/4810746262092019429/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=4810746262092019429' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/4810746262092019429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/4810746262092019429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2009/01/mimpi-kecundang.html' title='Mimpi Kecundang'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/SXWT1EUIShI/AAAAAAAAAD0/JbB6Y2ny6tE/s72-c/wanita.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-8007990911195018022</id><published>2009-01-19T16:25:00.004+07:00</published><updated>2009-01-19T16:52:18.777+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat penulis'/><title type='text'>Assalamu Alaikum Wr.Wb..., Aku Telah Datang</title><content type='html'>Alhamdulillah...&lt;br /&gt;Pada sore sebagus ini aku telah kembali datang. Melihat "rumahku" yang sekian lama aku tinggalkan. Membuka kunci, memasuki halaman rumah,tak urung membuat hatiku sedikit bergetar, takut bila saja rumahku kesepian sendiri. Aku yang punya, tentu rindu ingin kembali berbagi dengan kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Allah SWT aku sungguh-sungguh bersyukur atas nikmat yang telah Engkau berikan. Perjalanan jauh yang aku tempuh untuk "mencariMU" telah aku lewati kendati jalanan terjal selalu menghadang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sebuah tempat yang jauh dari keramaian dan ingar bingar kehidupan kota, aku 'hinggap' pada sebuah pondok. Bersemedi dan bersetubuh dengan kehidupan ratusan santri. Keseharian yang damai aku peroleh karena yang ada hanyalah alunan Ayat-ayat suci Al-Quran serta nyanyian takbir dan dzikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian tentu tak menduga jika perjalanan kali ini bukan sebuah wisata dimana yang dibayangkan adalah suasana penginapan kamar mewah serta empuknya daging suguhan hotel berbintang. Ya, saat itu aku berada pada sebuah pucuk kampung bernama Gajrug, letaknya sangat jauh dari kota Kabupaten Lebak, Rangkasbitung, Banten&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini..., aku banyak menemukan banyak hal. Kesederhanaan hidup, pola pikir yang lebih matang dan tentu..., "persetubuhan" kami dengan Sang Khalik bisa begitu syahdu kami rasakan. Kelak..., aku ingin kembali menemuiMu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, aku kini telah kembali...!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-8007990911195018022?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/8007990911195018022/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=8007990911195018022' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/8007990911195018022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/8007990911195018022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2009/01/assalamu-alaikum-wrwb-aku-telah-datang.html' title='Assalamu Alaikum Wr.Wb..., Aku Telah Datang'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-907894577239888427</id><published>2009-01-04T21:42:00.005+07:00</published><updated>2009-01-04T23:07:07.186+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat penulis'/><title type='text'>Pulang</title><content type='html'>Rumah baruku..., aku akan pergi entah untuk beberapa saat lamanya. Pekarangan rumah ini nantinya mungkin akan ditumbuhi ilalang karena tak ada lagi yang mengurus. &lt;br /&gt;Tamu yang datang tentu akan merasa jenuh karena isi perabotannya hanya itu-itu saja. Aku akan berkelana menuju sebuah tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saja aku benar meninggalkanmu, jangan pernah meraas kesepian karena aku pergi untuk mencari 'matahari' yang lama kurindukan. Sinarnya, tak hanya untuk aku, tapi juga dirimu bahkan mungkin orang lain. Aku sungguh-sungguh merasa berat karena perpisahan selalu menyisakan kenangan, juga bersisa duka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada tamu yang pernah singgah, aku menikmati sekali kata-katamu yang tersimpan di kolom pesan itu. Tak banyak yang kuberikan memang, karena inilah yang kupunya.&lt;br /&gt;Kepada kalian, Arini di Palembang, Seruni di Marelan, Kota Medan juga Rara Keluh di Belanda, kalian adalah orang-orang yang turut serta memberi warna kepada blog ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/SWDefDzjTBI/AAAAAAAAACE/jvr5IoaQyno/s1600-h/di+balik+bulan.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 92px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/SWDefDzjTBI/AAAAAAAAACE/jvr5IoaQyno/s400/di+balik+bulan.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287470587711802386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati dengan sembunyi, aku berikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Sang Pemberi inspirasi atas tulisan ini. Engkau tetap cahaya tak hanya bagi dirimu, keluarga tapi juga untuk diriku bahkan mungkin orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan tak selamanya dalam benderang. Redup sesekali akan datang sebagai batu sandungan atau pula sebuah ujian. Ketika berada dalam keredupan tadi, betapa hidup merasa terkhianati. Tapi sesungguhnya tak demikian jika kita sadar, bukankah kesejatian itu  akan kita sandang manakala kita berhasil melewati jalan terjal tersebut?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam sudah larut. Sekali lagi aku akan pergi. Jaga rumah ini supaya tak ditumbuh ilalang...!&lt;br /&gt;Kelak aku pasti datang dengan tangan terkepal. Buah tangan entah untuk siapa...&lt;br /&gt;Kepada Sang Pemberi Inspirasi, semoga engkau selalu dalam kondisi baik-baik saja...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-907894577239888427?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/907894577239888427/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=907894577239888427' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/907894577239888427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/907894577239888427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2009/01/pulang.html' title='Pulang'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/SWDefDzjTBI/AAAAAAAAACE/jvr5IoaQyno/s72-c/di+balik+bulan.png' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-5186343770180756555</id><published>2009-01-03T15:12:00.001+07:00</published><updated>2009-01-03T15:17:07.531+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Pelangi Dari Nusakambangan</title><content type='html'>Seperti hari yang lalu, hari ini dan mungkin esok, Gustaf hanya termangu. Menelanjangi hidup tanpa warna bukan sebuah keinginan atau pilihan, hanya sebuah khayalan yang tiba-tiba saja jadi kenyataan.&lt;br /&gt;Pemebrontakan dalam jiwa yang terpasung keadaan dan adat menorehkan stigma di masyarakat, bahwa dirinya adalah sampah masyarakat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekumpulan burung terbang tinggi. Ada yang sengaja berada di belakang, menjauhkan diri dari rombongan. Tampak luka di sebagian sayapnya. Bulu-bulunya hampir tak menempel lagi pada kulitnya. Darah mengering. Sebentar landai, sebentar naik. Tak kuat menahan terpaan angin, akhirnya si burung terkulai dan jatuh ke tanah. Tak ada yang meratapi, mereka pergi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polah si burung mengingatkan pada prahara hidupnya. Kini Gustaf terasing dalam kesendirian yang panjang. Entah kapan akan berakhir.&lt;br /&gt;Malam yang seharusnya dilewati dengan indah, dibiarkan hanya dicerna oleh angin malam tanpa basa-basi. Luka Gustaf  kian dalam dan menganga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang tadi, kesendirian itu sedikit terobati. Senyum Seruni, yang katanya semanis tebu, membawanya hanyut pada impian yang lama diidamkannya, mempunya seorang tambatan hati, sekaligus ingin memperistrinya.&lt;br /&gt;Apa lacur, cap sebagai seorang mantan narapidana memaksa hatinya untuk tidak berkhayal setinggi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tak ada yang berbeda, semua manusia sama saja di mata Tuhannya," demikian Seruni memberi alasan kenapa ia mau berteman dengan dirinya.&lt;br /&gt;Tak urung, kata-kata Seruni membangkitkan semangat agar sisa hidupnya tak dibiarkan tercecer pada jurang kelam yang pernah disinggahinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Gustaf kembali menerawang jauh. Ingatannya tumpang tindih. Sesaat dia begitu ingat betul ketika seorang polisi menghardiknya sebagai penjahat yang tak punya perasaan. Bogem mentah hilir mudik mendarat di wajahnya. Biru lebam adalah "polesan" yang tak mampu untuk dihindari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat, Gustaf pun teringat si Manis Tebu, Seruni. Senyum manisnya bermain di pelupuk mata. Bibir Seruni yang merekah dan hanya diberi polesan lipstick yang tak mahal memberi kesan yang tak bisa dihapus dalam sekejap.&lt;br /&gt;Ayunan lembut tangannya diingat betul ketika Seruni melangkah. Sepasang kaki belalang begitu nyata memenuhi langkahnya yang tergesa ketika hujan akan turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama di dalam kamar penjara, bayangan itu selalu ada. Ketika keluar dan bebas, memori tentang dirinya kian menumpuk di urat kepalanya. Perjalanan cinta dan hidupnya memang ibarat benang kusut, sulit dibentangkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika malam beranjak pagi, yang hanya dilewati dengan lamunan, Gustaf terbangun. Suara seseorang dengan nada pelan, menyadarkannya dari tidur.&lt;br /&gt;"Hari sudah mulai pagi, bangunlah dan segera sholat!" Suara itu datang dalam keremangan pagi. Sangat tergesa hingga tak nampak siapa si empunya suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gustaf mengernyitkan dahinya. Menduga-duga siapa gerangan yang berani membangunkannya. Cuaca dingin kampung Panyaungan seperti tak rela untuk melepaskan selimut dari tubuhnya. Kokok ayam datang bersahutan. Sesekali bunyi jengkrik juga ikut meningkahi. Ada bunyi gemericik air yang mengalir begitu tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keheningan pagi yang datang, suara ayam atau jengkrik,pun gemericik air, tak sedikit pun mengganggu tanya dalam hati Gustaf.&lt;br /&gt;"Siapa sesungguhnya yang telah membangunkan aku?",  pikir Gustaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum terjawab apa yang dipikirkannya, suara adzan mengalun dari surau samping rumah. Gontai Gustaf melangkah dan bergegas pergi meninggalkan tanya yang belum sempat dijawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesekali Gustaf menghentikan langkahnya ketika menuju surau. Di sebrang rumah dekat jembatan kecil itulah dia pertama kali dengan si Manis Tebu, Seruni.&lt;br /&gt;Tak mau dikelabui oleh khayalan, Gustaf melangkah tenang dan tak pernah menengok sedikit pun. Kali ini, dia ingin "bertemu" Tuhan dengan kesungguhan hatinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-5186343770180756555?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/5186343770180756555/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=5186343770180756555' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/5186343770180756555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/5186343770180756555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2009/01/pelangi-dari-nusakambangan.html' title='Pelangi Dari Nusakambangan'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-5157331257258835389</id><published>2008-12-30T08:27:00.003+07:00</published><updated>2008-12-30T16:17:48.421+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat penulis'/><title type='text'>Setelah Kita Bicara…</title><content type='html'>Ada yang selalu ikut serta dalam benakku jika aku telah usai ‘bicara’ denganmu. Tak jenuh pula kita saling melempar kata, dari mulai yang tabu hingga yang perlu lalu kita nyaris lupa waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama atau sebentar kita ‘bicara’, selalu meninggalkan jejak yang sama: rindu kembali untuk mengulang. Menghayati makna hidup, mengurai perjalanan waktu, dan tak lupa saling berbagi perasaan. Ringkihnya beban yang ada, barangkali bisa berkurang. Kendati tak selamanya menjadi penyembuh, sugesti ‘pembicaraan’ itu tak urung membuat semangat hidupku menyala padahal sebelumnya seperti meredup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila saja hanya aku yang merasakan itu semua, mungkin tak akan berdosa sebab aku terbiasa dengan khayalan. Memanipulasi keadaan menjadi lebih baik kendati sebenarnya aku tengah berduka. Coba dengar rintihan kali ini sehabis aku meninggalkanmu itu: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jejak bibirmu tertuang dalam ingatan&lt;br /&gt;Semua kata-kata berdiam di tepian hati&lt;br /&gt;Aku tahu engkau tak sedang ingkar janji&lt;br /&gt;Membual dengan celoteh palsumu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila saja langkah kaki ini lebar berpijak&lt;br /&gt;Sudah kukulum semua barisan kata-katamu&lt;br /&gt;Kubawa pergi ke Dusun sunyi&lt;br /&gt;Kukeloni hingga pagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sepuas hati engkau kubawa pergi&lt;br /&gt;Kutimbuni dengan rasa sesejuk embun pagi&lt;br /&gt;Khawatirku tak kan dibiarkan berlalu&lt;br /&gt;Engkau kujaga seperti lalu-lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali engkau tengah tersenyum&lt;br /&gt;Larik puisi yang kuberikan haus kau minum&lt;br /&gt;Dahagamu lalu tersandar dalam kerongkongan&lt;br /&gt;Tapi aku masih terdiam dalam kekeringan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keras kepala yang kau punya&lt;br /&gt;Seperti onggokan batu di dasar laut&lt;br /&gt;Sulit diselami, sukar dihancurkan&lt;br /&gt;Tapi aku adalah GELOMBANG itu&lt;br /&gt;Punya kuasa menjadikan BATU JADI KRISTAL&lt;br /&gt;Menjadikan DASAR LAUT JADI DARATAN!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam kian beranjak menuju pagi. Aku masih melebur dengan gelapnya. Sungguh-sungguh aku tak pernah tahu apa yang dilakukannya manakala diriku tengah ‘membicarakannya”. Bilakah perasaanmu sama dengan yang kupunya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkasbitung, 301208&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-5157331257258835389?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/5157331257258835389/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=5157331257258835389' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/5157331257258835389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/5157331257258835389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2008/12/setelah-kita-bicara_30.html' title='Setelah Kita Bicara…'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-5580454968429563420</id><published>2008-12-28T13:26:00.006+07:00</published><updated>2008-12-29T16:06:49.138+07:00</updated><title type='text'>Dusun Kami, Kampung Kami</title><content type='html'>Menelusuri jalanan berkelok, tebing hampir sepanjang jalan di sebelah kiri, sedang di kanannya adalah jurang curam dengan kedalaman mencapai 20 meter dengan tekstur tanah nan landai. Di bawahnya sekumpulan petani kubis, kentang atau wortel bergelut melawan hawa dingin pagi itu. Mereka khusyu mencari penghidupan kendati dingin membungkus kulit. Jika dilihat dari atas, mereka tampak seperti sekumpulan kurcaci!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan pulang kali ini ibarat nostalgia. Sebuah rekaman peristiwa yang monoton karena dari dulu hingga kini dusun kami tak banyak mengalami perubahan mulai dari inpra strukutur, ekonomi bahkan mungkin pembangunan sarana lainnya tak banyak mengalami kemajuan. Pejabatnya lebih asyik “bermain” di tingkat Pusat ketimbang turun ke kampung yang sarat jalanan becek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecamatan Pangalengan jaraknya 42 KM dari pusat kota Bandung. Jika ditempuh dengan roda mesin cukup makan waktu 1,5 jam saja. Tak ada jalan alternatif, jalan yang ada itu pun peninggalan atau warisan Hindia Belanda yang awalnya merupakan jalan setapak. Untuk membuat jalan tersebut, Belanda cukup kepayahan karena harus mengikis bukit dan melibatkan lebih banyak lagi pribumi lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampung Cipanas, adalah nama tempat kami tinggal. Disebut demikian karena tak jauh dari rumah kami terdapat Pemandian Air Panas Tirta Bidadari. Syahdan, nama ini diberikan karena jaman dulu tempat ini sering disinggahi para bidadari untuk sekedar mandi atau berendam. Sumber air panasnya berasal dari Gunung Wayang Windu, di mana hulu Sungai Citarum berada di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemandian Air Panas Tirta Bidadari kini sudah tak seperti dulu lagi. Bangunannya tampak miring dan nyaris ambruk, kebersihan tak terjaga dan banyak pintu yang mulai lapuk. Tirta Bidadari kini benar-benar meradang. Sang “bidadari” pun tentu enggan bertamu lagi entah untuk mandi atau sekedar mampir. Bidadari, tempatnya adalah istana dan bukan tempat kumuh seperti itu. Demikian jika dianalogikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/SViS6BT8W3I/AAAAAAAAAB8/f2NyG0kRc5U/s1600-h/Jalan+berkelok+di+kebun+teh.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 212px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/SViS6BT8W3I/AAAAAAAAAB8/f2NyG0kRc5U/s400/Jalan+berkelok+di+kebun+teh.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285135688201427826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekeliling Dusun kami “dipagari” kebun teh. Sepanjang mata memandang adalah hijau daun yang membuat mata dalam sejuk. Nun jauh ke sana, perkasa Gunung Wayang Windu tampak berdiri gagah. Kepulan asap cerobong dari pipa raksasa mengepul hebat. Ya, dari sinilah pasokan listrik untuk Jawa-Bali berasal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika malam, dinginnya bukan kepalang. Suhunya bisa mencapai 12 derajat celcius bahkan bisa kurang dari itu. Memasuki musim kemarau, sediakan mantel jika Anda kebetulan singgah  ke dusun kami karena dingin bisa lebih dalam menembus pori-pori Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penduduknya lebih banyak berprofesi sebagai petani, peternak sapi perah, pegawai perkebunan sebagai pemetik teh atau bekerja di sector informal. Dusun kami yang damai masih tetap menyisakan bekas di mana Siskamling masih terpelihara, kerja bakti masih tetap dilaksanakan, dan manakala tidur kerap terdengar suara kodok atau jengkrik. Pun demikian jika bangun, kepak sayap dan kokok ayam akan menyadarkan kita dari nyenyaknya tidur. Itulah wajah dusun kami, kampung kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila bangun pagi, yang tentunya akan terasa dingin, penduduk di sana sudah terbiasa bahwa setiap rumah akan tersedia perapian yang berfungsi sebagai tempat memasak di mana bara yang dihasilkan dari perapian tadi berfungsi pula untuk menghangatkan badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menghangatkan tubuh dari perapian tadi, di atas lantai yang beralas tikar akan tersaji segelas susu sapi murni panas yang baru saja diperah. Susu itu akan terasa lezatnya jika dihidangkan dengan gula merah dan sedikit kopi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sudah jenuh dengan kehidupan kota yang sumpek, mal yang dipenuhi manekin seolah menertawakan ‘wajah’ kita, bersegeralah untuk merencanakan singgah dan mencicipi nikmatnya menjadi penghuni Dusun kami. Rasakan apa yang didapat! Jika ternyata ingin segera kembali…, tak disalahakan memang bahwa kota adalah magnet. Kembali Dusun itu sepi dan menemui keasliannya…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-5580454968429563420?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/5580454968429563420/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=5580454968429563420' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/5580454968429563420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/5580454968429563420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2008/12/dusun-kami-kampung-kami.html' title='Dusun Kami, Kampung Kami'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/SViS6BT8W3I/AAAAAAAAAB8/f2NyG0kRc5U/s72-c/Jalan+berkelok+di+kebun+teh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-1222626483008708947</id><published>2008-12-26T15:19:00.003+07:00</published><updated>2008-12-26T15:41:16.179+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Nu Deudeuh, Nu Maneuh</title><content type='html'>Untuk kali ini aku mungkin harus berani membuka diri sebagai identitas dari mana aku berasal. Tanah Pasundan yang ditakdirkan Tuhan sebagai negeri elok karena Bumi Parahyangan kaya akan panorama alam hebat, menjadikan aku mampu bereksperimen ke dalam bentuk prosa pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku akan mencoba berintegrasi dengan alam tadi manakala aku merasa dicengkram oleh rasa cinta yang tak pernah hilang. "Nu Deudeuh, Nu Maneuh", yang berarti rasa sayang yang tak rela pergi ini menjadi acuan untuk puisi kali ini. Seseorang telah menunggu puisi ini, mungkin. Karena dirinya pernah mencicipi tanah Sunda, maka dia pun mengakui sanggup memahami apa yang kutulis. Benarkah begitu wahai wanita seberang? Coba simak baik-baik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NU NEUDEUH, NU MANEUH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sajeroning kuring leumpang&lt;br /&gt;mapay-mapay jalan satapak&lt;br /&gt;hariwang kurasa kamelang&lt;br /&gt;anjeun keur naon waktu ayeuna?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Japati ni mawa beja&lt;br /&gt;rek neruskeun hanca carita&lt;br /&gt;nu geus lila jadi pasini&lt;br /&gt;anjeun keukeuh henteu betus&lt;br /&gt;teu wasa ngaguar gelung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bet kieu geuning rasana&lt;br /&gt;anjeun jauh dina panon&lt;br /&gt;tapi rasa bet teu bisa &lt;br /&gt;ngadeukeutan lewih rapet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anjeun nu geus maneuh&lt;br /&gt;ngeusi hate saban poe&lt;br /&gt;anjeun nu dipikadeudeuh&lt;br /&gt;ngeusi pikir saban waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anjeun..., moal leungit dina pikir&lt;br /&gt;didieu...kuring satia nunggu bewara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumbang Dusun, 261208/15.39 WIB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-1222626483008708947?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/1222626483008708947/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=1222626483008708947' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/1222626483008708947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/1222626483008708947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2008/12/nu-deudeuh-nu-maneuh.html' title='Nu Deudeuh, Nu Maneuh'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-7711553430382657060</id><published>2008-12-24T18:21:00.002+07:00</published><updated>2008-12-24T19:01:16.559+07:00</updated><title type='text'>24 jam x 4 Aku Meninggalkanmu</title><content type='html'>Sekali lagi sudah terbukti bahwa aku tidak salah menebak isi pikiran ini, aku memang kurang pandai mengambil hati seorang wanita. Di mana letak kehebatan dirinya selalu saja dipatahkan ketidaksantunanku memainkan tempo pembicaraan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan dirinya seperti berada di ruang isolasi dengan sekat tebal. Perasaan saja ternyata tak cukup untuk mengenali jiwanya. Kali ini..., aku benar-benar kalah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak bisa dan tak biasa dibebani oleh rasa bersalah, seperti halnya seseorang yang kalah..., aku lantas ingin menyendiri di pelukan suasana yang bisa meninabobokan dari kesibukan semacam ini. Engkau memang benar, "cape rasanya bicara soal hati".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sudah begitu, aku nyaris marah pada keadaan saat ini. Timbul perasaan syak wasangka yang tidak-tidak kepada Tuhan, "Kenapa ENGKAU begitu tega memainkan lakon hidupku seberat ini. Dengar wahai yang di sebrang..., betapa berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya..., aku akan pergi&lt;br /&gt;selama empat kali putaran jam penuh&lt;br /&gt;mengabdi pada keluhuran hidup&lt;br /&gt;mencari kedamaian dalam sesaat saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali dusunku akan mengubah otakku&lt;br /&gt;mencuci perasaanku kembali seperti dulu&lt;br /&gt;menguras pikiranku kembali utuh&lt;br /&gt;jika ternyata tak bisa....&lt;br /&gt;aku memang telah kehabisan akal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau yang kutinggalkan...&lt;br /&gt;pantas jenuh untuk bertamu karena aku begini&lt;br /&gt;biasa-biasa saja, nyaris tanpa hiasan&lt;br /&gt;bahkan SANGAT HITAM PUTIH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau yang kutinggalkan...&lt;br /&gt;pantas merasa MUAK jika melulu tentang hati&lt;br /&gt;dulu MABUK, sekarang MURKA&lt;br /&gt;lalu di mana aku harus sembunyi?&lt;br /&gt;tak mungkin di ketiak IBUku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergilah seperti yang kulakukan&lt;br /&gt;tak perlu dengan mencuci otakmu&lt;br /&gt;apalagi menguras pikiranmu&lt;br /&gt;engkau tak sedang sakit apalagi sekarat&lt;br /&gt;jantung hatimu ditunggu detaknya&lt;br /&gt;oleh lelakimu..., juga buah hatimu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarkan aku sendiri dengan kepulangannya&lt;br /&gt;jika aku tak kembali, cari aku di INGATMU&lt;br /&gt;jika tak merasakan apa-apa&lt;br /&gt;aku pun tak pantas KAU CARI!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bogor, 241208/18.52 WIB&lt;br /&gt;Aku segera datang, wahai Kota Kembang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-7711553430382657060?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/7711553430382657060/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=7711553430382657060' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/7711553430382657060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/7711553430382657060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2008/12/24-jam-x-4-aku-meninggalkanmu.html' title='24 jam x 4 Aku Meninggalkanmu'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-7870895369181924641</id><published>2008-12-23T20:17:00.007+07:00</published><updated>2008-12-23T21:18:14.827+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat penulis'/><title type='text'>Lelaki Bodoh ( Jika Hati tak Mampu Dibaca )</title><content type='html'>Betapa sulitnya mendalami perasaan sesungguhnya seorang wanita. Pernah atau tidak merasa "terganggu" oleh apa yang kulakukan dan MENJADI KENANGAN atau MERASA JENUH atas apa yang kuperbuat, tetap jawaban pastinya tak kutemui. Rupanya perlu trik khusus agar aku tak merasa kepayahan tertidur pulas dalam ketidaktahuan. Suntuk yang dirasakan ternyata tak menghasilkan apa-apa, kecuali tanda tanya besar yang dengan setia mengikuti kemana kakiku melangkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saja engkau dekat dan pernah berada di sampingku, pertanyaanku bisa terjawab oleh gerakan tubuhmu. Namun Tuhan rupanya belum rela untuk memberiku kesempatan untuk bisa melihat utuh fisikmu. Di sini, aku mungkin harus bersyukur karena kata-kataku tak pernah kehabisan oleh karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati aku tak berhasil menyelami lubuk hatimu, aku masih bisa bernafas lega karena engkau dengan tak sadar pernah berucap sepatah kata yang membuat hatiku terjungkal kegirangan. Engkau pernah menyesal,  yang kemudian kau anggap pula sesuatu yang tabu terucap dengan sendirinya. Aku hanya tersenyum kecil...hati memang tak pernah bisa dibohongi. Coba aliri jiwamu dengan kata-kataku..., siapa tahu engkau mau berterus terang karena bahasa tubuhmu itu sulit kutangkap!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak ingin lagi mengulang kata-kata&lt;br /&gt;apalagi bertanya tentang kenapa khawatirku&lt;br /&gt;tak jemu hinggap di kemana langkahmu pergi&lt;br /&gt;engkau hanya bisa tersenyum, bahkan mungkin&lt;br /&gt;engkau terdiam dalam kebingungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menutup mulut dan tak berkata-kata&lt;br /&gt;sesuatu yang sulit untuk dijawab&lt;br /&gt;berat memang, tapi aku terus menunggu&lt;br /&gt;bukankah keterusterangan itu cahaya?&lt;br /&gt;akulah sahabatmu itu..., akulah sahabatmu itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dendam aku menuju masa silam&lt;br /&gt;di mana hati selalu bermesraan dengan denyutmu&lt;br /&gt;palsu memang, tapi aku sempat dilenakan&lt;br /&gt;tak pernah menyesal...dan tak pernah merasa dilukai&lt;br /&gt;aku terbiasa dengan permainan jerami hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubur saja pertanyaanku&lt;br /&gt;aku tak mungkin menggali untuk kesekian kalinya&lt;br /&gt;lidahku sudah kelu mengumbar hampa&lt;br /&gt;senyum yang kau kulum kunikmati separuh rasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah pasti menuju rumahmu&lt;br /&gt;jelas tak akan linglung pada siapa harus menuju&lt;br /&gt;tatapan mataku terus menggiring ayunan kakimu&lt;br /&gt;dalam diam aku sering berkata,&lt;br /&gt;"aku bahagia jika kau selalu dalam senyuman"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat seseorang yang kini tengah menikmati masa-masa menyendirinya. Hilang dari dunia maya karena kesibukannya. Tapi aku sering merasakan kehadirannya kendati dia lantas pergi dengan cepat jika aku datang. Tersenyumlah..., karena itu yang kumau!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-7870895369181924641?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/7870895369181924641/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=7870895369181924641' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/7870895369181924641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/7870895369181924641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2008/12/lelaki-bodoh-jika-hati-tak-mampu-dibaca.html' title='Lelaki Bodoh ( Jika Hati tak Mampu Dibaca )'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-6335588834234847770</id><published>2008-12-22T15:24:00.003+07:00</published><updated>2008-12-22T16:05:36.832+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat penulis'/><title type='text'>IBU, Wanita Abadi Dalam Hidupku</title><content type='html'>Seraut wajah wanita itu tersimpan penuh di dinding hatiku. Kemana aku melangkah, riaknya tak pernah mampu untuk ditahan. Sengaja kugandeng dalam ingatan, terpatri dalam  hati dan tak jenuh pula mengisi jiwaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya aku akan merasa kehilangan yang amat sangat jika kelak DIA memanggilnya. Usia yang kian merambat jauh membuat aku merasa khawatir dan tak sanggup untuk berjauhan. Aku sungguh-sungguh "jatuh hati" dengan asmara yang tak akan lekang oleh gempuran nasib buruk sekalipun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu..., genggam janjiku yang kubuat dalam prosa pendekku. Kutulis khusus buat wanita yang dengan hebat melahirkan aku dengan keperkasaan dan kelembutannya manakala kmembesarkanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunyi ini kubawa dalam diam&lt;br /&gt;kugendong rapat di balik punggung anakmu&lt;br /&gt;sesaat saja aku sempatkan waktu untuk berpaling&lt;br /&gt;mencuri waktu di antara deretan kesibukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang kujanjikan dulu,&lt;br /&gt;kubawa buah tangan seperti yang IBU MINTA&lt;br /&gt;sebuah apel merah yang kubeli di pasar kaget&lt;br /&gt;karena ibu sering melarangku membelinya di supermarket&lt;br /&gt;"Mal dan supermarket tempat orang kaya berkumpul"&lt;br /&gt;begitu IBU sering bilang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunyi yang kubawa, disambut senyum tua&lt;br /&gt;di balik kebaya yang kemarin, &lt;br /&gt;IBU tampak cantik hari ini&lt;br /&gt;aku sumringah dengan lelehan air mata di kunang-kunang&lt;br /&gt;Akh...ibuku masih seperti yang dulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memeluk tubuh kuyu itu dalam erat&lt;br /&gt;kusimpan hatiku dengan rapat pada ujung bibirnya&lt;br /&gt;supaya aku selalu berharap nasihatnya&lt;br /&gt;santun membawa diri hingga ujung penaku kiamat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu...&lt;br /&gt;aku harus kembali pulang untuk mengembara&lt;br /&gt;tunggu aku kembali dengan buah apel yang lebih "baik&lt;br /&gt;seperti janjiku...&lt;br /&gt;aku kelak ingin menjadi matahari bagi hidup IBU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi ini melenakan hidupku dalam kesibukan. Tak terasa benar-benar ingin menangis. Kini ibu berada di Dusun yang jauh dari keramaian. Semoga IBU sehat selalu sepeninggalku. Aku selalu berdoa untukmu, IBU...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cileungsi, Hujan belum reda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-6335588834234847770?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/6335588834234847770/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=6335588834234847770' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/6335588834234847770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/6335588834234847770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2008/12/ibu-wanita-abadi-dalam-hidupku.html' title='IBU, Wanita Abadi Dalam Hidupku'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-7604908426706488341</id><published>2008-12-21T13:15:00.004+07:00</published><updated>2008-12-21T13:33:59.974+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat penulis'/><title type='text'>Kepada Bidadari yang Terluka, Bag. 2</title><content type='html'>Langit Bogor saat ini tak sehebat kemarin, murung dengan banyak awan di setiap tepinya. Hitam seperti jelaga dan berarak menjuntai hingga seperti tangan yang mencari pegangan. Sebentar lagi tentu akan hujan, dan langit biru kembali tampak…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tentu tak akan rela jika kemurunganmu disamakan dengan awan. Awan hadir dan bisa menggelapkan semua isi bumi, gelap jadinya. Awan pun tak enak dipandang karena di sana tersimpan sengatan berbahaya yang mematikan, halilintar. Tak semua bernada minor memang, karena awan mengahasilkan hujan dan  bumi menjadi basah karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti cuaca yang sulit ditebak, aku tak pernah tahu keberadaanmu kini. Semua jalur komunikasi untuk bertanya tentangmu kuhindari, aku tak mau jadi duri dalam hidupmu. Sepeninggalmu, apakah masih serajin dulu engkau membuka laman demi laman ‘rumah’ ini atau tidak. Engkau sama sekali tak meninggalkan jejak itu. Aku yang berjanji untuk meninggalkan rumah ini, malah engkau yang terlebih dahulu berlalu. Aku kembali datang, sejatinya karena aku tak bisa  membiarkan hidupmu merasa tak nyaman. Aku memang pantas berdamai dengan keadaan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan ini kurekam dalam ingatan. Langit Bogor yang katanya murung jadi saksi ketika langkah menggiring kaki menuju sebuah tempat. Coba baca dengan perlahan prosa ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah kakiku mulai senja&lt;br /&gt;terbirit-birit aku mencari tepian&lt;br /&gt;sesaat saja agar aku bisa berteduh&lt;br /&gt;dari rasa lelah yang mengejarku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersandar pada pijakan daun pintu lapuk&lt;br /&gt;ngilu sendiku berujar, "sudah terkunci"&lt;br /&gt;aku mencarai khabar tentangmu&lt;br /&gt;tak jua kutemukan jejakmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanganku menggigil dalam dingin&lt;br /&gt;sebentar saja aku ingin meraba hatimu&lt;br /&gt;tentu tak bisa karena engkau tetap sembunyi&lt;br /&gt;dalam janji yang kau buat sendirian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hela nafasku tersimpan rapat di dalam rongga&lt;br /&gt;sesekali aku beradu cepat dengan ingatan&lt;br /&gt;lekaslah hujan supaya langit tak lagi kelabu&lt;br /&gt;aku sudah menunggumu sebagai sahabat seperti yang kau mau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku rupanya tak sendirian...&lt;br /&gt;aku merasakan engkau selalu hadir&lt;br /&gt;membaca dan menikmati isi pikiran ini&lt;br /&gt;engkau jangan bilang mau pergi&lt;br /&gt;dengan sembunyipun aku rasakan DATANGMU itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cileungsi, 201208/17.32 WIB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-7604908426706488341?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/7604908426706488341/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=7604908426706488341' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/7604908426706488341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/7604908426706488341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2008/12/kepada-bidadari-yang-terluka-bag-2_21.html' title='Kepada Bidadari yang Terluka, Bag. 2'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-1100683841157426280</id><published>2008-12-19T20:34:00.005+07:00</published><updated>2008-12-19T21:41:29.367+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat penulis'/><title type='text'>Kepada Bidadari yang Terluka</title><content type='html'>Sungguh aku tak pernah tahu apa yang dilakukannya saat ini. Entah merasa rindu untuk bertamu atau tidak, aku juga sudah merasa sungkan untuk bertanya. Riak air mukanya tampak baik-baik saja, tapi aku merasakan hatinya mungkin sedikit terguncang. Sanjungan tak selamanya &lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;MEMABUKKAN&lt;/span&gt;  bahkan bisa sebaliknya menjadi sesuatu yang &lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;MEMUAKKAN&lt;/span&gt;. Aku terperanjat  manakala engkau memutuskan untuk pergi kendati hanya sebentar. Aku hanya bisa menghela nafas panjang. Tak ada lambaian tangan perpisahan, semua mengalir dengan caranya sendiri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerap kali aku sering membayangkan perasaan berdosa itu. Seolah menyuruhnya pergi dengan cara yang berbeda. Kini aku kadang merasa tak bisa tersenyum, sebuah kehilangan pada seorang sahabat, bukan sebagai pengisi hati. Jika diurai lewat bait prosa pendek, maka inilah bunyinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kini tak sanggup lagi mengejarmu&lt;br /&gt;kepergianmu yang kau urai membuatku luluh lantak&lt;br /&gt;menyadari kekeliruanku, dan tak lagi bisa sembunyi&lt;br /&gt;aku harus nampak tegar dalam hidupku sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berceritalah kembali seperti dulu&lt;br /&gt;tentang suasana rumah penuh romansa&lt;br /&gt;aku tanggapi ringan tanpa membentuk rasa&lt;br /&gt;karena aku tak seliar yang kau takuti lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imajinasiku tentang dirimu terkubur sudah&lt;br /&gt;tenggelam bersama dinginnya malam, mengembun&lt;br /&gt;dan perlahan menetes membentuk bercak&lt;br /&gt;mengalir ke muara bernama 'aku sadar'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin malam ini engkau hadir,&lt;br /&gt;melihat hatiku berkata-kata&lt;br /&gt;tak berkaca-kaca memang, karena aku bukan perempuan&lt;br /&gt;di mana setiap jengkal derita adalah air mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesonamu masih kusimpan dalam ingatan&lt;br /&gt;tapi tidak dalam hatiku&lt;br /&gt;aku tak bisa memaksamu untuk jadi dayangku&lt;br /&gt;bulan malam ini tak mengijinkanku untuk  itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebarkan sayap penuh senyummu&lt;br /&gt;aku undang engkau datang sebagai tamuku&lt;br /&gt;tamu seperti layaknya mereka, jika ini memang maumu&lt;br /&gt;datanglah..., kusapa seribu kali pun aku takkan jemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam terang tanpa bintang, 21.06 WIB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-1100683841157426280?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/1100683841157426280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=1100683841157426280' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/1100683841157426280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/1100683841157426280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2008/12/kepada-bidadari-yang-terluka.html' title='Kepada Bidadari yang Terluka'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-4902716286226627170</id><published>2008-12-18T14:59:00.003+07:00</published><updated>2008-12-18T15:16:35.510+07:00</updated><title type='text'>Engkau Masih Sahabatku...</title><content type='html'>Berpaling sejenak saja kepada diriku. Tempatkan hati terdalammu pada ingatan bahwa aku membaca dengan tegas rencana kepulanganmu ke dunia nyata. Menurut pengakuanmu pula, dunia maya harus segera diinsyafi, kembali pada dunia normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rehat sejenak karena dunia maya telah menghasilkan sikap egoistis dan berakhir dengan prilaku suka mengatur, tak urung membuat hatiku pilu dan mengkhawatirkan tentang tugas-tugasmu bahwa duniamu tak jauh dari internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ternyata apa yang kutulis mengandung 'pengekangan' karena ada kesan mengatur, saya minta maaf dan tak akan mengulang apa yang aku tulis. Di sini..., aku mulai punya rasa bersalah dan berdosa sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembalilah sebagaimana mestinya. Aku sudah menganggap engkau sahabat sepenuhnya...&lt;br /&gt;Berusaha menghilangkan rasa...&lt;br /&gt;dan tak lagi punya keinginan untuk berkuasa...&lt;br /&gt;Kembalilah..., mungkin mereka sedang menunggumu...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akulah sahabatmu itu!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-4902716286226627170?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/4902716286226627170/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=4902716286226627170' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/4902716286226627170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/4902716286226627170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2008/12/engkau-masih-sahabatku.html' title='Engkau Masih Sahabatku...'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-1228677344105411864</id><published>2008-12-16T09:08:00.003+07:00</published><updated>2008-12-16T09:19:50.890+07:00</updated><title type='text'>Aku Pergi, Tapi Tidak Marah...</title><content type='html'>Jangan disalahartikan dulu....,&lt;br /&gt;jika saya pergi bukan berarti karena aku marah. Sama sekali tidak!&lt;br /&gt;Kepergianku kali ini hanya untuk menghindari rasa suka pada dirimu&lt;br /&gt;supaya tak kian memuncak dan berkarat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saja aku tiba-tiba dianggap sensitif..., wajar saja karena beginilah orang&lt;br /&gt;yang tengah dipengaruhi oleh indahnya romantisme.&lt;br /&gt;Tak hanya aku, dirimu, juga yang lain pun akan mengalami hal sama. Aku tak&lt;br /&gt;memonopoli perasaan ini, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tolong pahami kepergianku kali ini. Siapa tahu aku bisa. Jika ternyata aku tak bisa,&lt;br /&gt; minimal aku bisa meminimalisir keadaan tadi jadi sedikit berkurang.&lt;br /&gt;Berkali-kali aku lakukan itu, pertahananku untuk 'sembunyi' tak cukup kuat rupanya.&lt;br /&gt;Semoga kali ini aku bisa..., harus bisa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saja apa yang aku alami adalah diposisikan pada engkau, tentu akan mencari cara bagaimana menghindari indahnya 'sang pemikat'.&lt;br /&gt;Sembunyi, adalah salah satu cara yang bisa kulakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak usah bilang "jangan kenal aku", bagaimanapun aku pasti kembali.&lt;br /&gt;Bahkan mungkin engkau&lt;br /&gt;sendiri yang akan memulai. Hadapi saja biasa kepergianku kali ini.&lt;br /&gt;Aku tidak marah.&lt;br /&gt;Sekali lagi, aku tidak marah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam dan doa aku panjatkan pada dirimu.&lt;br /&gt;Baik-baik saja sepeninggalku...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-1228677344105411864?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/1228677344105411864/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=1228677344105411864' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/1228677344105411864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/1228677344105411864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2008/12/aku-pergi-tapi-tidak-marah.html' title='Aku Pergi, Tapi Tidak Marah...'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-9106520858988320466</id><published>2008-12-15T06:56:00.003+07:00</published><updated>2008-12-15T07:28:05.198+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat penulis'/><title type='text'>Surat Untuk Bidadari, Bag.2</title><content type='html'>Arini...&lt;br /&gt;Tersenyumlah sepagi ini. Karena senyum yang engkau miliki adalah pemberianNya yang lebih banyak mengundang orang untuk kagum, termasuk diriku.&lt;br /&gt;Semalam, tanah Jakarta diguyur hujan. Tak lebat memang. Engkau pasti kedinginan, atau malah gerah karena cuaca yang tak bersahabat tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh di lubuk hati terdalam, aku berharap banyak hidupmu mengalir dalam damai. Tak ada riak dalam rumah tanggamu seperti beberapa bulan silam. Aku sungguh-sungguh tergores manakala mendengarnya. Sebuah kekhawatiran yang jarang terjadi pada diriku manakala seorang wanita mengalami kejadian semacam itu. Bagiku, engkau memang berbeda karena begitu lama 'berdiam' diri memenuhi kisi-kisi hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan larang aku untuk tidak mencintaimu atau menyayangi karena aku bisa pergi lama meninggalkanmu. Aku tak butuh uangmu, tak butuh tubuhmu. Yang kubutuhkan adalah sedikit senyum dan secuil perasaanmu. Tersenyumlah pada saat membaca tulisan ini, aku akan rasakan itu kendati aku tengah sibuk bekerja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesekali aku pernah membayangkan engkau berada di sisiku. Tapi aku merasa tak nyaman karena engkau sudah dinanti seseorang. Di sisi lain aku begitu hebat membenci perilaku menyimpang yang terjadi dalam kehidupan rumah tanggamu. Di sisi lain aku menyadari betul bahwa aku tengah menjadi pelakon dalam 'drama' yang kubenci tadi. Aku minta maaf...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arini...&lt;br /&gt;Kali ini aku harus sadar betul bahwa cinta tak bisa dipaksakan. Getar yang dihasilkan dalam jantungmu adalah bagian dari bahwa aku tak bertepuk sebelah tangan. Sungguh..., aku merasakan itu. Dan engkau tak perlu berbohong jika benar rasa itu ada!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan merasa terganggu dengan kehadiran kata-kataku. Berulang kali aku katakan bahwa aku tak sedang merayu agar hatimu berpaling. Luruskan jarak pandangmu pada lelakimu. Arahkan tepat tatapan itu pada buah hatimu. Mereka, adalah layak untuk dicengkrami karena itu sudah menajdi hak yang tak bisa diabaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bercerita banyaklah di blog ini. Karena inilah tempat satu-satunya aku 'menemukan' dirimu. Aku tak sanggup untuk mendatangimu karena bukan jarak yang jauh, tapi rasanya tak pantas saja jika aku datang menemuimu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggalkan pesan jika engkau telah benar-ebnar melumat habis tulisan ini. Kendati harus diucapkan dengan rasa malu, tetap aku paksakan bahwa rasa 'kekhawatiran' pada dirimu belum tergantikan posisinya oleh bidadari manapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arini, tersenyumlah di pagi ini...!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-9106520858988320466?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/9106520858988320466/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=9106520858988320466' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/9106520858988320466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/9106520858988320466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2008/12/surat-untuk-bidadari-bag2.html' title='Surat Untuk Bidadari, Bag.2'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-6492517374941284334</id><published>2008-12-14T00:31:00.002+07:00</published><updated>2008-12-14T00:34:41.669+07:00</updated><title type='text'>Mulai Besok, Di sini Tak Ada Lagi Rintik Hujan</title><content type='html'>Ya, saya akan pulang bersama dinginnya malam ini. Langkah kaki saya mulai jatuh menyentuh tanah pertanda saya akan memulai untuk menyepi. Meninggalkanmu dalam kesendirian tapi di tengah keramaian juga. Bayangkan aku, pergi dalm sepi dan berkelana seorang diri. Perih memang, tapi diakui bahwa luka ini bagian dari skenario yang telah Tuhan gariskan. Menentang kehendakNya berarti aku telah ingkar pada NikmatNya. Tuhan..., Engkau pasti arahkan kemana kaki ini Engkau gerakan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya malam ini aku bahagia&lt;br /&gt;bertemu wanita impian setegar batu karang itu&lt;br /&gt;si pemilik senyum bagus itu&lt;br /&gt;dan tentu pribadi yg punya gaya bicara datar itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kusimpan dalm jambangan isi hati ini&lt;br /&gt;tahun depan atau berikutnya akan kupungut kembali&lt;br /&gt;kendati telah usang, kuyakin utuhnya bakal terlihat&lt;br /&gt;kupahat dalam sanubari paling dalam&lt;br /&gt;buat kupersembahkan pada entah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati yang terasa ditusuk sembilu,&lt;br /&gt;lukanya tampak mengitari tubuh malam ini&lt;br /&gt;bingkai gading tampak retak pinggir kali&lt;br /&gt;lukanya mencuat ke bibir langit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembah sujudku kian merapat&lt;br /&gt;menyentuh lantai dengan gurat sebening air&lt;br /&gt;aku mungkin harus menangis padaMu&lt;br /&gt;untuk yang kesekian kalinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpisahan yang tiada batas&lt;br /&gt;ujungnya hanya terjuntai di ujung awan&lt;br /&gt;sulit dipegang, pun demikian jika dilepas&lt;br /&gt;aku gelagapan dalam terang wajahmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rindu ini kusimpan rapat dan takkan kuberikan pada angin&lt;br /&gt;juga demikian pada gunung yg menjulang itu&lt;br /&gt;sederas air yang mengalir, rindu ini kusimpan bersama&lt;br /&gt;gemericiknya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak menginginkan engkau pergi....&lt;br /&gt;saya bahkan rela menunggu dalam gelap sekalipun&lt;br /&gt;semoga Tuhan tau...&lt;br /&gt;kepergianku adalah untuk kembali...&lt;br /&gt;Satu kali aku sebut namamu, Tunggu aku di kelokan itu, Arini...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bogor, 12.30 WIB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-6492517374941284334?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/6492517374941284334/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=6492517374941284334' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/6492517374941284334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/6492517374941284334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2008/12/ya-saya-akan-pulang-bersama-dinginnya.html' title='Mulai Besok, Di sini Tak Ada Lagi Rintik Hujan'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-5404773328661467269</id><published>2008-12-13T22:06:00.001+07:00</published><updated>2008-12-13T22:12:26.000+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat penulis'/><title type='text'>Langit Jakarta Hari Itu</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CNerunetx%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C03%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="State"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Inilah &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; di mana serbuan manusia seperti segerombolan semut yang memasuki sebuah sarang penuh madu. Manis terasa hingga ke ubun-ubun. Pahitnya pun menjulang ke dasar langit, seperti empedu jika tak mampu bertahan. Kolong jembatan, emper toko dan stasiun kereta api adalah Rumah yang terpaksa mereka huni. Itu bagi si papa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hotel berbintang dan ribuan penginapan bertebaran, semalaman uang ditebar dari kantong hingga jebol tak dirasa. Hidup seperti dalam sebuah cerita, apa yang dimau, tersedia tanpa kendala. Itu bagi kaum jet set nan borjuis.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; hari ini kedatangan seorang tamu. Ibu muda dengan satu anak yang tengah nakal-nakalnya. Hasil perkawinan dari seorang lelaki gagah, demikian dirinya mengakui ketampanan sang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Arjuna ketika menjajaki masa pacaran 6,5 tahun silam. Ibu muda yang diceritakan selalu sibuk ini, kendati berbadan mungil,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;punya kekuatan besar untuk ‘menggengam’ dunia karena etos kerjanya tak kalah oleh orang Jepang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Cerita akan diurai oleh keinginan untuk bertemu kawan sepenanggungan dari dunia maya. Internet, tak lagi menjadi barang langka penunjang pekerjaan, melainkan sudah menjadi kebutuhan yang mendekati trend &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;gaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; hidup. Tapi jika tak bisa mengendalikannya akan berbuah rasa ketagihan, mirip candu dalam sebatang rokok. Atau bisa pula menjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penyakit gatal.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;“Sehari tanpa internet, jari gua bisa gatel,” demikian ocehan teman kala itu. Gatal kali ini tentu beda karena tanpa koreng. Di sini kita bisa mengambil satu pilosofi. Di mana letaknya? Silakan cari sendiri!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Di Plaza Semanggi ibu muda ini akan bertemu dengan sesama rekannya. Perjumpaan antara sekumpulan orang dengan karakter yang berbeda-beda. Suku yang berbeda, Ras juga agama yang berlainan. Di dunia maya, mereka boleh menyebut si Fulan sebagai Si Gokil, Si Rumpi, Si Narsis atau Si Cerewet seklipun. Dunia tak hanya hitam putih, warna lain bisa kita temukan jika kita benar-benar telah bertemu dan bertatap muka. Maka menggelindinglah sebuah penafsiran ternyata si Fulan kali ini karakter serta sifatnya berbeda kala “bertemu” di dunia maya. Atau bisa pula kita menilai, karakter si Fulan sama persis ketika berhadapan muka. Sama dan beda memang tipis jaraknya, bisa pula berbeda jauh jika mau capek untuk direntang!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Di Plaza Semanggi…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Langit Jakarta tampak ringkih. Matahari sedikit malu-malu untuk terbit. Sinarnya tak segarang seperti hari Minggu kemarin atau hari sebelumnya, Sabtu. Semenjak dari Bandara, badan ibu muda ini seperti di pangganya, panas. Rasa gerah justeru sedikit berkurang mana kala memasuki taksi yang membawanya ke arah Selatan Jakarta. AC taksi kali ini mampu menolong dari kepanasan kendati kualitasnya tak sebagus saat dirinya di dalam pesawat. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sesekali, dirinya menerima beberapa SMS. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang datang dari karibnya, ada juga yang dikirim oleh seorang pria yang disebutnya sebagai Pria Berimajinasi Liar. Sesaat dirinya merasa terganggu dengan kehadiran SMS dari si Pria Berimajinasi Liar ini, tapi dirinya juga tak menampik kadang sering merindukan ocehannya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;, kini telah banyak berubah. Lahan kosong telah dihutanbetonkan oleh bangunan yang nyaris menyentuh langit, demikian ibu muda ini sempat bergumam ketika taksi yang membawanya terus menyisir padatnya lalu lintas &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Di Plaza Semanggi, 15 Desember 2008 lalu…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pada sebuah ruangan berpendingin, mereka janji akan bertemu. Mengenakan baju santai dengan gerai rambut yang sedikit dibiarkan terbang, ibu muda ini memasuki ruangan. Langkahnya telah disambut oleh Sahabat Mayanya yang sedari tadi menunggu. Bersalaman dan kadang cium pipi kiri-kanan antar teman wanita adalah rutinitas yang mereka lakukan kala itu. Tapi sayang…, di antara mereka harus sedikit kecewa karena satu sahabat lagi terlambat datang. Seluk beluk &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; belum dikenalnya dengan baik. Itu mungkin salah satu penyebabnya kenapa dia datang terlambat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sesaat, di antara mereka seperti menyimpan pertanyaan dan dugaan-dugaan. Oh ternyata…, inilah wajah asli si Fulan!?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sesekali di antara mereka saling mencuri pandang. Memperhatikan tubuh rekannya dari ujung rambut hingga kaki. Maklum, mereka baru pertama kali bertemu kendati sudah lama saling kenal. Walaupun demikian, obrolan saat itu tak seakrab di dunia maya. Kata ‘gue’ sesaat menghilang. Baru setelah suasana mencair, “wajah” asli mereka nongol juga layaknya di dunia maya tadi. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Obrolan berlangsung pada sebuah meja makan. Ramai dengan celotehan yang mengasyikan dengan diselingi tawa. Kawan yang tak datang, tak luput jadi bahan pembicaraan yang tak kalah memabukkan saat itu. Suasan gerrr dan nyaris lupa waktu, hingga mereka akhirnya beriringan menuju sebuah gedung megah, menonton tayangan hidup. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Langit Jakarta kala itu mulai redup.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Matahari sembunyi di balik awan yang berarak. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; lembayung yang tampak di balik gedung pencakar langit, warnanya sedikit kuning dan nyaris sama dengan motif pakaian yang dikenakan oleh salah satu sahabat si ibu muda ini. Pertemuan yang menyisakan kenangan dengan aroma yang kental suasana akrab dan kekeluargaan. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang hilang, apa jadinya jika engkau hadir wahai sang pujangga? Tentu aku akan merasakan suasana yang berbeda, entah gugup atau biasa saja. Demikian kata-kata ibu muda ini memenuhi relung hatinya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Langit Jakarta saat itu sembab keringat, hujan jatuh satu-satu. Malam hampir menyisir pagi. Ke Jakarta…, aku &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; kembali!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                                         &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-5404773328661467269?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/5404773328661467269/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=5404773328661467269' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/5404773328661467269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/5404773328661467269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2008/12/langit-jakarta-hari-itu.html' title='Langit Jakarta Hari Itu'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-4570270794106756656</id><published>2008-12-13T07:22:00.003+07:00</published><updated>2008-12-13T07:33:26.707+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat penulis'/><title type='text'>Senyum Sepagi Ini...</title><content type='html'>Aku bahagia, perjalanan jauh yang kau tempuh ratusan kilo itu berakhir manis? Award apa yang kau pegang? Jawabnya aku tentu tak tahu. Sedikitpun kau tak bercerita prestasi apa yang telah engkau raih. Saya hanya berucap syukur, ini adalah bagian dari NIKMAT YANG TELAH ALLAH SWT BERIKAN. Tentu, sujud syukur itu pantas engkau lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa khabar sepagi ini, wahai sang Pengisi Hati?&lt;br /&gt;Engkau pasti lelah mengelilingi kehidupan yang ujungnya belum ditemukan itu. Kapan akan berhenti, tentu sulit dicari jawabnya selama urat leher masih bertengger, kita tak akan merasa jenuh untuk berhenti mencari keESAanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini, aku masih sendiri. Mengitari bayangan yang pernah engkau berikan lewat gambar bagus dengan tampilan kaku. Engkau sendiri, lebih banyak tersenyum dalam gambar itu. Tapi tak jarang, engkau sering tampak kebingungan karena membaca deretan huruf yang kuberikan seperti mengernyitkan dahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cepatlah kembali pada awal tempat berpijak. Semua rindu dengan kedatanganmu. Jika demikian, pantaskah aku pun merasa rindu padamu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepagi ini..., senyum itu tak jua rela kubenamkan kendati hari mulai siang.&lt;br /&gt;Tersenumlah..., tulisan ini hanya untukmu, Sang Pengisi Hati!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-4570270794106756656?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/4570270794106756656/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=4570270794106756656' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/4570270794106756656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/4570270794106756656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2008/12/senyum-sepagi-ini.html' title='Senyum Sepagi Ini...'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-6117880652606412628</id><published>2008-12-12T17:46:00.003+07:00</published><updated>2008-12-12T18:10:41.653+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat penulis'/><title type='text'>Rindu Sesore Ini</title><content type='html'>Dikatakannya aku akan ditinggalkan selama tiga hari. Si Pengisi Hati ( PH ), jauh pergi pada sebuah tempat hingga harus membelah lautan. Janjinya yang hanya tak lebih dari satu minggu itu tak urung membuat hatiku ketar-ketir. Kepergiannya meninggalkan berbagai Surat Keputusan yang membuat aku meradang. Aku terjepit keharusan untuk patuh pada sebuah keputusan yang melahirkan pemberontakan karena merasa dikekang, di sisi lain aku harus nrimo inilah rekayasa hidup di mana cinta yang kian dipenjarakan malah menimbulkan rasa rindu berkepanjangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba simak jeritan hati kali ini, Sang Pengisi Hati...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sudah kehilangan kata untuk berpusi&lt;br /&gt;prosa yang kutulis tak urung menemui kebuntuan&lt;br /&gt;segala sesuatunya telah kucurahkan untukmu&lt;br /&gt;lalu di mana engkau sembunyi?&lt;br /&gt;mungkin di dinding hatiku, atau juga tengah berkelana&lt;br /&gt;di "lain tempat"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesore ini...&lt;br /&gt;aku merindukan sekali ocehanmu yang kadang beringas&lt;br /&gt;gaya bicara seperti murka karena marahmu&lt;br /&gt;aku pernah menggigil ketakutan&lt;br /&gt;sembunyi pada harapan bahwa engkau adalah&lt;br /&gt;"Si Pengisi Baik Hati"&lt;br /&gt;Aku percaya itu, hatimu masih selembut kapas...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejuk nian ketika kau tulis "aku baik-baik saja" semalam&lt;br /&gt;senyum serta wajahmumu tampak bening di sanubari&lt;br /&gt;engkau tentu tak sedang meranggas karena senyum dalam kesendirian&lt;br /&gt;aku ingin pergi menemanimu, tapi lelahku menghadang hebat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Pengisi Hati...&lt;br /&gt;setiap detik aku genggam isi hatimu dengan kuat&lt;br /&gt;senyummu terkepal di dalam ingatan, tak mungkin kubuang&lt;br /&gt;engkau seolah jadi bagian dari hidupku. tak malu aku akui itu&lt;br /&gt;jika saja engkau enggan untuk berdusta pada hatimu...&lt;br /&gt;bahwa 'ada rasa' dalam hatimu...&lt;br /&gt;kapankah akan berterus terang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak apalah...&lt;br /&gt;sembunyikan rapat 'rasa' itu!&lt;br /&gt;tapi sungguh..., aku bisa menebak isi hatimu!&lt;br /&gt;pikirkan..., aku tak sedang berkhayal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga engkau baik-baik saja. Di Kota Hujan ini, reda rasa cinta dan sayang itu tak akan hilang. Satu yang mesti kau pangkas sedikit demi sedikit adalah...kurangi sikap marahmu! Segalanya bisa diselesaikan dengans antun. Kendati demikian, aku tetap saja rindu marah serta ocehanmu itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-6117880652606412628?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/6117880652606412628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=6117880652606412628' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/6117880652606412628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/6117880652606412628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2008/12/rindu-sesore-ini.html' title='Rindu Sesore Ini'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-6581645039280991715</id><published>2008-12-09T18:30:00.002+07:00</published><updated>2008-12-09T18:56:37.994+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat penulis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Lihat, Dengar dan Rasakan...</title><content type='html'>Bila saja engkau tahu bahwa aku tengah meradang, engkau pasti tak akan rela untuk berdiam diri dan hanya ikut-ikutan tersenyum pahit sebagai tanda "bela sungkawa". Hatimu, aku tahu sedikit punya rasa, selebihnya adalah ketakutan dan perasaan bersalah. Aku menyadari betul tentang kesalahan ini. Cinta itu begitu agung tapi kenapa selalu lupa untuk berdiam pada orang yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berharap iba memang. setidaknya apa yang kualami bisa kau LIHAT, DENGAR DAN RASAKAN. Inilah petikannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya aku ingin segera pergi menemuimu&lt;br /&gt;dengan berlari kencang kendati terpatah-patah&lt;br /&gt;membuka hati sedalam samudera&lt;br /&gt;supaya tampak iklas mencintaimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rindu ini hanya bisa dikenang dalam hati&lt;br /&gt;selebihnya tersimpan dan terbuang percuma&lt;br /&gt;nyangkut di banyak tempat, hingga aku kehilangan jejak&lt;br /&gt;untuk mencarinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau yang kian merapat, hanya dari kejauhan&lt;br /&gt;mendengar keluh kesahku dengan harapan yg itu-itu juga&lt;br /&gt;dengan ucapan yang itu-itu juga, tiada berubah&lt;br /&gt;"Di alam nyata, aku terkunci rapat" begitu ocehanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyummu kukulum dan kugenggam dalam bayangan&lt;br /&gt;tak rela kulepas barang sejenak, apalagi selamanya&lt;br /&gt;pernah merasa cemburu, lalu takut itu hilang menggelinding&lt;br /&gt;karena engkau mau berkata jujur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan, coba dengar keluhanku...&lt;br /&gt;umatmu telah memesonakan aku begitu dalam&lt;br /&gt;riak tubuhnya kulumat habis dalam bola mataku&lt;br /&gt;bening hatinya membuat aku khawatir, bila saja ada yg melukai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan, aku ingin mendekat lebih rapat padaMu&lt;br /&gt;merapat lebih dari kerongkonganku yang mulai mengering&lt;br /&gt;tolonglah aku...,&lt;br /&gt;supaya bisa mengenangnya setelah do'aku kali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merapat padaku, Wahai Jiwa yang Tenang...&lt;br /&gt;malam ini kembali aku kesepian tanpa beritamu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bogor, 06 Des "08&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-6581645039280991715?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/6581645039280991715/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=6581645039280991715' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/6581645039280991715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/6581645039280991715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2008/12/lihat-dengar-dan-rasakan.html' title='Lihat, Dengar dan Rasakan...'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-7402869739733042710</id><published>2008-12-09T09:51:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T09:55:57.719+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat penulis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Arini, Telaga di Hatiku</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Aku tak pernah berpikir sebelumnya bahwa aku bakal menjalani hidup seserius ini. Saat aku dihadapkan pada kenyataan karena aku mencintai seseorang yang bukan orang yang seharusnya kucintai, justeru imajinasiku kian kreatif saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sugesti yang dihasilkan dari rasa cinta tersebut ternyata berbuah banyak kenikmatan dengan fakta yang tak bisa disangkal. Beberapa hari lalu aku merasakan tubuhku begitu segar, lain dari biasanya karena melihat wajahnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Arini, si pemilik wajah itu, mengayunkan kaki dengan sangat santai. Kunikmati paras ayunya dari balik rimbun pohon sebuah kebun raya. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Arini tentu tak sadar jika wajahnya tengah kunikmati bulat-bulat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jika saja aku bisa lebih lama lagi menikmati wajahnya, tentu aku bakal ingat betul bagaimana barisan giginya yang berjejer rapi. Nafasnya pun tentu beraroma layaknya wanita&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;karier di mana penampilan tak pernah diabaikan kendati bukan yang utama. Kesehariannya tak pernah luput dari kesibukan kerja. Bertemu dengan banyak orang dari berbagai kalangan dan status social memapah dia untuk bisa beradaptasi dengan banyak karakter. Syukur, dia berhasil mengatasi itu semua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pertemuanku dengan Arini terjadi sangat tak disengaja. Mobil yang dikendarainya waktu itu masuk parit hingga terjerembab ke dalamnya. Mobil tua yang kukemudikan ternyata bisa menarik mobilnya kendati dengan tersengal-sengal. Cuaca buruk dengan hujan yang sebentar lagi turun memaksa kami merapat pada sebuah warung makan sederhana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Terima kasih, jika tak ada Anda mungkin saya sudah kerepotan sendiri,” ucap Arini membuka percakapan ketika memesan beberapa porsi makanan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Sama-sama, hanya kebetulan saja mobil saya lewat. Panggil nama saja, gak usah kaku begitu dengan mengatakan ‘anda’ segala,” saranku waktu itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;“Panggil saja aku Arya,” pintaku waktu itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Arini mengangguk tanda mengiyakan. Jemarinya terasa dingin manakala dirinya mengulurkan tangan saat memperkenalkan diri. Rambut lurusnya yang dikepang kuda tampak basah. Sementara air mukanya terlihat sedikit kusut namun kecantikannya tetap terpatri utuh. Jika saja diijinkan, aku ingin mengusap butir bening di rambutmu, demikian khayalku waktu itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Pertemuan itu berlanjut melalui media lain.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Internet, adalah salah satu dari perangkat komunikasi lain yang kerap menjadikan kami tambah dekat dan saling berbagi cerita. Arini tentu tak pernah menutup diri tentang identitasnya, seorang wanita karier yang telah dikaruniai seorang putra. Tak sedikitpun aku gelagapan mendengar pengakuan ini kendati sedari awal merasa tak yakin dirinya telah berkeluarga. Fakta dihadapanku jelas adanya, aku harus realistis bahwa dia sudah tak sendiri lagi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sekali waktu Arini bercerita tentang kondisi rumah tangganya. Sangat jarang hal ini di lakukannya kendati kami sudah saling mengenal. Sejatinya, Arini adalah pribadi yang tertutup untuk hal-hal yang sifatnya pribadi. Tapi kenapa kali ini Arini bisa membuka diri? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Kondisi rumah tanggaku tidak sedang stabil. Rumah tangga kami digoyang isu pihak ke tiga. Isu itu kini bukan sekedar rumor lagi karena aku pernah memergoki suamiku bersama wanita lain…” tegas Arini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Aku terkesiap mendengar pengakuan ini. Betapa pilu hatinya ketika dirinya tiba-tiba diduakan. Kasih sayangnya terbuang begitu saja dan menjadi bias manakala ikhlas setia yang diberikan pada suaminya hanya jadi pajangan. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kesetiaan dan kecantikan Arini lantas layu di mata suaminya saat itu. Aku berpikir, kenapa wanita selalu jadi korban? Pertanyaanku terganggu ketika Arini kembali bercerita,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;“Saya ingin pergi pada sebuah tempat. Meninggalkan hiruk pikuk saat ini untuk menenangkan diri. Tapi bagai mana dengan anakku?” Keluh kesah Arini berakhir dengan pertanyaan yang menggantung. Lalu dirinya menggumam dengan bahasa datar, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;“Saya kebingungan. Bertahan dalam kondisi luka dalam rumah tangga bukan sebuah tujuan. Tapi saya harus memilihnya demi buah hatiku.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;“Untuk beberapa lama saya harus pergi dari kesibukan semacam ini. Terima kasih karena Abang sudah bersedia menjadi tempat curhat saya,” ucap Arini lirih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Saat itu aku tak pernah menjalin komunikasi dengan Arini, semua akses diputus. Arini, tinggal sebuah kenangan yang tersimpan rapi dalam hatiku. Namun ada yang aneh, kian lama dirinya pergi aku semakin kehilangan. Wajah serta senyumnya menggelayut kemana aku pergi. Aku mengkhawatirkan keadaannya…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Aku mengalami goncangan hebat. Terbayang dalam benakku jika dirinya harus merasakan sakit hati berkepanjangan dalam biduk rumah tangganya. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Lagi-lagi aku bertanya, benarkah dalam diriku tersimpan rasa sayang karena buah dari kekhawatiran itu? Aku tak berani menjawab dengan jujur sebab luka Arini lebih dalam menancap di hatiku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Seperti tahun-tahun sebelumnya, aku nikmati minggu pagi ini pada sebuah jalan lapang beraspal di kebun raya. Cuaca cerah mengantar aku segera beranjak dari tempat tidur. Serombongan pejalan kaki tampak berduyun-duyun dari arah depanku. Beberapa di antaranya adalah sepasang suami isteri dengan menggandeng anaknya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Samar-samar dari kejauhan aku menyaksikan wajah yang selama ini kukenal baik, Arini. Aku paksakan diri untuk meyakinkan arah pandanganku karena aku merasa sangsi bukankah Arini telah pindah ke luar kota?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Semakin dekat jarak pandang itu, semakin nyata bahwa wanita yang berjalan ke arahku itu adalah Arini. Aku kegirangan bercampur gugup karena pegangan tangan Arini menggelayut pada pundak lelaki di sampingnya. Sepintas kuamati wajah si pria. Mungkinkah ini adalah suaminya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sebelum pertanyaanku terjawab, langkah kakiku semakin mendekati wanita yang selama ini selalu berada dalam palung hatiku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Hai…, Abang?” aku sungguh-sungguh gelapagan karena ternyata Arini lebih mengenaliku ketimbang aku sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Arini!?” ucapku pendek. Kuamati wajah Arini yang tak berubah dari dulu. Anak kecil yang sedari tadi malah asyik dengan kesendiriannya itu tak luput dari pandanganku, pun demikian dengan pria di samping Arini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sejenak kami saling tertegun. Arini mengulurkan tangannya sambil memperkenalkan pria di sampingnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Si pria tersenyum ke arahku tapi pergerakan kakinya terus berjalan kecil di ikuti sang anak. Kini tinggal aku berdua dengan Arini. Senyum tipis Arini mekar dalam bulatan kecil bibirnya sambil berkata,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;“Dia suamiku yang ke dua. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kami menikah baru beberapa bulan lalu. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Di kota ini, kami baru beberapa hari saja,” jelas Arini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Aku hanya tertunduk lesu. Wanita yang dirindukan ternyata sudah kembali berada di pangkuan lelaki lain setelah sekian lama hidup sendiri tanpa kuketahui. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Arini rupanya mengalah pada penderitaan dan memilih untuk menikah lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Saya lama mencari Abang. Komunikasi yang terputus tak meninggalkan jejak sedikitpun. Pada masa-masa kesendirianku saya teringat Abang terus. Jujur saya katakan, benih cinta itu sudah ada ketika rumah tanggaku mulai goyah. Tapi saya tak berani mengakui hal itu…,” urai Arini panjang lebar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Pergilah secepatnya. Suamimu sudah menunggu. Biarkan aku menemui kesendirian itu untuk kesekian kalinya!” ucapku lirih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Arini menghela nafas panjang. Kakinya bergerak dengan perlahan. Sinar matanya menatapku dengan pandangan iba. Arini rupanya bisa menebak isi hatiku yang tengah meradang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Pergilah!” ucapku sekali lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Langkah Arini kembali bergerak. Kepalanya sedikit mendongkak ke arahku seraya berbisik, “Jangan menyesal karena tak berhasil memilikiku karena sesungguhnya saya pernah jatuh cinta pada Abang. Waktulah yang tak menghendaki kita bersatu,” jelas Arini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Aku lama terdiam. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Langkah Arini mulai menyisir jalanan aspal dengan lambat. Langkahnya kian menjauh dari berdiriku. Arini, engkau masih telaga dalam hatiku, bisikku saat itu tanpa berani berharap lebih.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-7402869739733042710?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/7402869739733042710/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=7402869739733042710' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/7402869739733042710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/7402869739733042710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2008/12/arini-telaga-di-hatiku.html' title='Arini, Telaga di Hatiku'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-6214570946709370903</id><published>2008-12-06T19:13:00.002+07:00</published><updated>2008-12-06T19:37:23.728+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat penulis'/><title type='text'>Surat Untuk  Bidadari</title><content type='html'>Setiap jengkal kehidupanmu tak surut selalu kuikuti. Perniknya tak pernah tertahan untuk tak kukemas dalam hati. Kujadikan pelajaran hidup jika saja aku pun akan mengalami hal yang sama, ribut, saling berdiam diri dan sibuk dengan urusan masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupahami betul bahwa biduk rumah tangga akan banyak mengalami pasang surut. Tak selamanya damai, tak selamanya penuh gerhana. Itu adalah secuil romantika di mana setiap kejadian di dalamnya adalah sudah menjadi "guyonan" biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bara dalam rumah tangga tak akan menjadi besar jika sebentar saja kita mau melirik ke arah cermin dengan pantulan gambar kita. Sesaat pula kita harus berani berlapang dada untuk menerima "kekalahan" demi untuk memadamkan bara tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak jarang, sikap mengalah justeru bisa menyadarkan pasangan kita dan menjadi bahan renungannya. Tapi tak sedikit karena sikap yang selalu mengalah, kita dijadikannya kesetan dan harus terbiasa untuk diinjak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenali jiwanya dengan baik. Seorang sahabat yang baik tak akan meninggalkan karibnya manakala mengecewakan. Yang dia lakukan selalu berhati-hati terhadap tindakan si karib tanpa harus membencinya secara fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sedikitpun aku berharap ada riak dalam rumah tanggamu. Bahkan aku selalu mengenangkan rumah tanggamu dalam kondisi damai. Sejatinya hidup ini adalah pengembaraan di mana setiap jengkal kejadian yang terjadi pada diri orang lain adalah cermin yang bisa dipungut dan disimpan rapat sebagai pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku..., bukan siapa-siapamu. ABAIKAN aku dan tak usah berpaling. Langkahmu sudah benar membelakangi aku. Jangan lepaskan gandengan tangan di samping kananmu, Bidadari!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-6214570946709370903?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/6214570946709370903/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=6214570946709370903' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/6214570946709370903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/6214570946709370903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2008/12/surat-untuk-bidadari.html' title='Surat Untuk  Bidadari'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-1959694208127288112</id><published>2008-12-05T21:06:00.000+07:00</published><updated>2008-12-05T21:13:47.333+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat penulis'/><title type='text'>Karena Aku Manusia Biasa</title><content type='html'>Janji untuk tak "bertemu" ternyata kuingkari lagi. Hanya dua hari aku kuat untuk tak melihat senyum bagusmu. Perthanan ini bobol karena balasan SMS sebagai pertanda bahwa dirimu baik-baik saja terlambat diterima, akhirnya mau tak mau aku membuka akses ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbincangan kami tak lama. Hanya sepenggal ibu jari lantas dia menghilang pada jarak pandang yang sungguh sulit ditebak. Selama aku "meninggalkanmu", aku justeru berkutat dengan alam pikiranku. Hasilnya, adalah ini yang tengah kau baca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tak bisa sembunyi dari kenakalan imajinasi seorang lelaki normal. Apapun bentuk sembunyi itu, tetap tak rela jika rasa itu lantas hilang dengan sempurnanya. Kerap kali tersenyum sendiri, bilakah ini akan berakhir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama atau sebentar, perasaan untukmu tetap terpelihara dengan baik. Mungkin karena aku sudah terlanjur jatuh hati hingga menimbulkan rasa khawatir pada keadaanmu dan meninggalkan jejak rasa sayang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jum"at malam, 9.13&lt;br /&gt;Bogor di musim hujan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-1959694208127288112?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/1959694208127288112/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=1959694208127288112' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/1959694208127288112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/1959694208127288112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2008/12/karena-aku-manusia-biasa.html' title='Karena Aku Manusia Biasa'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-2563182670514888277</id><published>2008-12-04T17:54:00.000+07:00</published><updated>2008-12-04T18:11:34.828+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Pada Ranjang yang Kemarin</title><content type='html'>Puisi ini saya buat khusus buat seseorang. Wanita super hebat dengan kemampuan kerja yang sungguh di luar nalar saya. Pekerja keras dan berpenampilan elegan. Jika bicara, sedikit menghentak dengan plot datar dan renyah. Pujian ini sengaja kusamarkan dan kusembunyikan, semua tentang INDAHNYA yang tak habis dikupas dalam sehari. Pesonamu begitu menyiksaku wahai "bidadari". Inilah khayalanku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh...&lt;br /&gt;Aku ingin memanggilmu dengan bidadari saja&lt;br /&gt;sebab indahmu adalah pesona bagi dahagaku&lt;br /&gt;lembut mengayun senyum&lt;br /&gt;di sini, di ranjang yang kemarin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak bersolek pun...&lt;br /&gt;engkau masih SECANTIK BIDADARI&lt;br /&gt;tak beristana memang&lt;br /&gt;karena di sunia khayali kita bertemu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rentang waktu yang bergulir&lt;br /&gt;setiamu tak pernah lahirkan kehampaan&lt;br /&gt;jemari tak jemu untuk bergelayut&lt;br /&gt;pada lelaki yang ini-ini juga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepenuh hati jiwamu kuetrkam bulat-bulat&lt;br /&gt; memaknai hidup yang telanjang jadi berwarna&lt;br /&gt;seutas kelelakian yang kering, basah karenanya&lt;br /&gt;menari kembali dengan irama senja hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak urung...&lt;br /&gt;jiwaku terkupas oleh dan nyaris meleleh&lt;br /&gt;keengganan yang tak bisa kubuang ke dasar jurang&lt;br /&gt;pada ranjang yang kemain&lt;br /&gt;cemburu ini hanya untuk dirimu...!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-2563182670514888277?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/2563182670514888277/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=2563182670514888277' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/2563182670514888277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/2563182670514888277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2008/12/pada-ranjang-yang-kemarin.html' title='Pada Ranjang yang Kemarin'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-449791445031251479</id><published>2008-12-04T17:51:00.000+07:00</published><updated>2008-12-04T17:54:01.989+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Nyata'/><title type='text'>Wanita Peranakan Cina itu Bernama Aisyah</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Judul di atas sama sekali tak ada istimewanya. Sama seperti judul esai atau pun karya tulis lainnya, judul hanya merupakan sebentuk “rekayasa” supaya orang mau peduli untuk singgah dan berharap membaca tulisan tadi. Kenapa trik diperlukan? Jawabannya tentu beragam, seberagamnya isi kepala di belahan bumi ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Apakah trik semacam ini bisa dikategorikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penipuan? Bisa jadi karena manusia dilahirkan memang untuk “menipu”. Menipu, kendati berkonotasi jelek, tetap bisa bermakna aduhai jika berada di tempat yang elok. Salah satunya adalah ketika sepanjang perjalanan Sukabumi-Bandung saya “dikelabui” mentah-mentah oleh sebuah pribadi nan elok tadi. Panggil saya Aisyah saja!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Si empunya nama tadi memperkenalkan diri dengan cara yang berbeda dari kebanyakan wanita pada umumnya. Sikap beda ini mungkin karena saya memanggil dirinya dengan sebutan enci. Khas, karena memang dia berwajah oriental.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Aisyah, demikian si wanita ini saya panggil, tak jemu saya ajak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ngobrol ngalor ngidul. Dia semangat meladeni. Obrolan yang tadinya hanya biasa, akhirnya mengalir kepada jalan hidup seorang Aisyah. Sebagai mana yang dia ceritakan, dirinya baru saja pulang dari sebuah pesantren di Sukabumi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Nah, di sinilah letak keheranan saya karena seorang keturunan Cina mau membuka jati dirinya sebagai Muslim dan berusaha dengan kesungguhan hati untuk mempelajari Islam secara khafah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Saya yakin, Aisyah sejatinya tidak sedang menipu. Tapi karena keterbatasan berpikir sayalah yang kadang merasa “gelap” oleh pemandangan yang sesungguhnya dalam kondisi “terang”.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Di keluarganya, Aisyah adalah satu-satunya anggota keluarga yang beragama Muslim. Kendati awalnya banyak ditentang, Aisyah tetap berjalan sesuai keyakinannya. Bukan tanpa resiko, dilempar dari dinasti keluarga adalah bagian dari konsekuensi atas pilihannya ini, termasuk harus hidup melarat karena tak dapat tunjangan keluarga..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Apa yang Anda cari dari semua ini?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Ketika pertanyaan ini saya lontarkan, Aisyah hanya tersenyum simpul dan berujar kalem “ketenangan!”.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;“Cermin” bisa didapat dimana saja, termasuk ketika kita di perjalanan. Dipungut atau tidak, semua tergantung kepada kita bahwasanya apa yang terlihat saru kadang berubah jadi mengejutkan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Bagi saya, Aisyah nama yang teramat “lembut” dan kelewat “indah” karena yang menyandangnya bukan saja karena seorang Cina, melainkan maknanya pun begitu dalam.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Panggil saya Aisyah saja!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-449791445031251479?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/449791445031251479/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=449791445031251479' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/449791445031251479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/449791445031251479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2008/12/wanita-peranakan-cina-itu-bernama.html' title='Wanita Peranakan Cina itu Bernama Aisyah'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-3885535877512953194</id><published>2008-12-04T17:33:00.000+07:00</published><updated>2008-12-04T17:50:05.692+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Bulan Jatuh di Hatiku</title><content type='html'>Aku hanya bisa membayangkan keayuan wajahnya. Aku sungguh-sungguh tak bisa menghindar dari kehebatan dia menangguk senyum bagusnya. Sesekali aku hanya bisa mengernyitkan dahi, pertanyaan besar terus bersarang di hatiku, aku tak ingin kau memanggilku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saja engkau adalah bagian dari hidupku, gaya hidup kita tentu akan lebih dekat pada dunia kampung yang damai, kesederhanaan yang akrab dikencani. Dan inilah petikannya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini, kau tak terlihat singgah&lt;br /&gt;di depan rumah berkuyu kelabu&lt;br /&gt;sepertinya kamu mulai jenuh&lt;br /&gt;irama hidup hanya sebaris ujung pena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diam saja di situ...!&lt;br /&gt;tak berarti bagiku kendati kau datang telanjang&lt;br /&gt;mari singgah di benak ini, seperti lalu-lalu&lt;br /&gt;mengebiri rasa cinta dengan nyanyian palsu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rentetan hidup nyaris gersang pesona&lt;br /&gt;nyanyikan perih dengan satu anggukan&lt;br /&gt;senyum kamu kukulum hambar,&lt;br /&gt;sejatinya hati kamu ada padanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergilah barang sejenak...!&lt;br /&gt;temui binatang peliharaan kita&lt;br /&gt;di ladang yang hanya sebesar nampan&lt;br /&gt;itu pun hasil nagguk juragan kumis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seindah lembayung sore,&lt;br /&gt;jalanmu terseok menghamba hidup&lt;br /&gt;tentu kamu tegar karena akulah lelakumu (?)&lt;br /&gt;kesejatian ini untuk siapa,&lt;br /&gt;kamu tentu punya jawabnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buan jatuh di hatiku&lt;br /&gt;ingin kuremas bersama lembayung malam&lt;br /&gt;awan tentu tersenyum dengan riak cemburu&lt;br /&gt;wanita dalam mimpi...,&lt;br /&gt;sesaat saja aku ingin melihatmu&lt;br /&gt;bilakah itu?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-3885535877512953194?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/3885535877512953194/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=3885535877512953194' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/3885535877512953194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/3885535877512953194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2008/12/bulan-jatuh-di-hatiku.html' title='Bulan Jatuh di Hatiku'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-1677937631121059646</id><published>2008-12-04T17:08:00.000+07:00</published><updated>2008-12-04T17:12:23.706+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Di Bawah Pohon Akasia</title><content type='html'>Cinta sejati memang hanya ada dalam dongeng. Dunia kini sudah tak lagi berpihak pada "rasa" itu. Dianggapnya telah terjadi sebuah pergeseran nilai. Apa benar cinta sejati hanya ada dalam roman picisan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut petikannya. Fakta atau bukan, ini hanya goyon yang bisa jadi bahan renungan kita. Bilakah pasangan kita mencintai setulang sumsum kita atau sebatas romansa sesaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Dimana gerangan kita akan bertemu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Bukan di mal atau gedung pencakar langit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Cukup di bawah rindang pohon akasia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Aku menjawab getir, dalam kelu lidahku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Sebaris gigi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berjejer senja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Ditumbuhi sunggingan senyum nyinyir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Bibir tipis basah keringat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Pesona ayumu melumat pasrahku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Siang ini akan jadi milik kita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Bingkai kecil dalam cermin gading&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Terbingkai indah seolah tanpa jeda&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Kamu pasti rindu dendam berharap tiba&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Leher jenjang itu kini di mukaku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Gaun merah jambu dengan rambut kepang kuda&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Secantik bidadari, aku cemburu pada Tuhan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Tak demikian aku berada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Kamu banyak terdiam, linglung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;kerling matamu tak rindu untuk melihat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;jemu rasanya kamu berada di sini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;inilah nyanyian akasia, tanpa jejeran busana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;dan ribuan manekin. Kamu seperti tersesat….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-1677937631121059646?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/1677937631121059646/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=1677937631121059646' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/1677937631121059646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/1677937631121059646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2008/12/di-bawah-pohon-akasia.html' title='Di Bawah Pohon Akasia'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-83113451711019744</id><published>2008-12-04T16:22:00.000+07:00</published><updated>2008-12-04T16:23:35.692+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Hidup yang berhasil kukemas dalam buah pena'/><title type='text'>Jam 3 Dini Hari Malaikat Maut Itu Berada Persis di Sampingku</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tulisan ini saya ambil ketika beberapa hari terbaring sakit. Penyakit tifus yang saya idap mengantar saya pada sebuah bangsal rumah sakit di bilangan Cileungsi, Bogor.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Saya hanya diantar sahabat yang sudah saya anggap sebagai saudara, namanya Enjang Abdul Nasir. Saya selalu memanggilnya dengan kata ’ustad’ karena dia seorang karyawan yang penceramah. Dia pun selalu mengistilahkan ’show’ jika tiba-tiba ada yang mengundang ceramah ke pengajian atau hajatan lainnya. Saya pula yang kebagian ngedit isi ceramahnya sebelum dilempar ke tengah khalayak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tuhan memberi saya dua ’teguran’ sekaligus. Di samping penyakit tifus tadi, ada jentik putih di lingkaran tengah mata saya. Mata akan terasa sakit dan jentik putih akan timbul jika lama berdiam diri di depan komputer. Jika diabaikan, maka akan ke luar air dan kedipan terasa bergesekan seperti terhalang pasir. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bisa jadi keluhan yang terjadi pada mata saya karena keseringan membaca dengan posisi seenaknya. Atau pula karena mata sudah tak tahan dengan radiasi komputer.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Setiap kejadian akan meninggalkan bekas. Pertanda bahwa apa yang terjadi mengandung hikmah di balik itu semua. Ketika sakit mendera, betapa kematian begitu dekat. Teringat dosa-dosa dan selalu berpikir bekal apa yang kelak akan saya untuk menghadapNya. Saya teringat terus kepada ibu, orang tua saya satu-satunya!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dalam satu kamar diisi oleh dua pasien. Keberadaan kami jaraknya hanya sekian meter dengan sekat kain putih. Di samping saya, tergolek pasien korban tabrakan sepeda motor. Khabar burung yang berhembus, si pasien hilang kendali karena dalam kondisi mabuk berat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hampir setiap waktu ’tetangga’ saya itu selalu meraung kesakitan. Raungannya baru reda jika kantuk datang. Tertidur pulas sesaat dan kembali bangun diserang rasa sakit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Malam itu udara Cileungsi terasa dingin. Menginjak subuh pun demikian, malah semakin dingin. Kondisi pasien di samping saya berbeda dari malam sebelumnya, ada dengusan halus mirip orang disekap. Ada bunyi ngorok yang terdengar dan sesekali si pasien seolah berteriak dengan bunyi suara yang tak karuan. Beberapa penunggu menyadarkan dirinya agar rajin membaca asma Allah...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Anasir tubuh saya ada yang berbeda. Bulu tengkuk terasa berdiri. Saya merasakan, mungkin panas dingin akan tiba seperti saat awal penyakit ini datang. Tapi hanya sekejap bulu kuduk itu berdiri lalu hanya dalam hitungan menit khabar dari seberang terdengar bahwa pasien di samping saya meninggal dunia. Inalilahi waina ilahi rajiun...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kerap kali saya membayangkan..., jika malam itu Malaikat Maut datang untukku mungkin rela andai harus menghadapNya. Tapi bekal apa yang saya bawa sungguh sangatlah masih menjadi pertanyaan besar. Bagaimanapun, kematian adalah satu hal yang pasti. Tapi tentu sensasi ”nikmatnya” akan berbeda pada setiap diri manusia karena bergantung kepada amal perbuatannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Malaikat Maut bukan berarti baik pada saya karena tak mencabut nyawaku padahal saya berada persis berada di depannya saat Sang Malaikat datang (?). Namun yang pasti jatah hidup di dunia buat saya masih diperpanjang. Kekuasaan Tuhan memang nyata adanya, malaikat suruhanNya ternyata tak salah cabut!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sepeninggal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tetangga karena harus berada di alam berbeda, saya menikmati kesendirian itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;karena tak ada pasien baru yang masuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Penyakit saya cepat sembuh mungkin karena secara psikis saya merasa ’diobati’ oleh kehadiran SMS dari sekian sahabat saya. Selama dalam penyembuhan, saya berhasil menikmati suara nyaring Pak Iyan ( Chanleo ). Suaranya ringan dan tentu enak didengar pula.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Buat kalian, saya mengahturkan terima kasih atas suport yang diberikan. Jangan takut untuk sakit siapa tahu kalian akan ”bertemu”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;malaikat kendati saya meyakini bahwa kematian adalah salah satu yang paling ditakuti.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-83113451711019744?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/83113451711019744/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=83113451711019744' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/83113451711019744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/83113451711019744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2008/12/jam-3-dini-hari-malaikat-maut-itu.html' title='Jam 3 Dini Hari Malaikat Maut Itu Berada Persis di Sampingku'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-1285858543367519953</id><published>2008-12-04T16:10:00.000+07:00</published><updated>2008-12-04T16:11:21.589+07:00</updated><title type='text'>Senyum itu Dibawanya Hingga Ke Ujung Tidur</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kerap kali saya membayangkan bagai mana seorang Da Vinci bisa sejenius itu menciptakan pose wanita yang sedang terduduk anggun dengan senyum yang bisa dikatakan biasa ini ternyata bisa mengguncang dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kreasi Da Vinci bukan hanya itu, perhatikan lukisan jam melelehnya. Sangat potensial mengeruk tebal uang para kolektor. Tapi kenapa lukisan yang berjudul Senyum Monalisa bisa sebegitu terkenal?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Banyak para kreator film terinspirasi oleh senyum maut si wanita ini. Maka jangan heran jika para sineas Barat pun menampilkan sosok senyum wanita piktif ini pada banyak ragam versi. Dikemas modern ataupun klasik, sama-sama punya nilai jual.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Senyum…, banyak hal yang bisa digali dari hanya satu kata ini. Ragam kejadian bisa bergulir memenuhi sekian persen pemberitaan gara-gara senyum ini. Kenapa senyum berubah seperti laknat? Kenapa senyum bisa menjadi ‘jimat’? Kenapa senyum begitu dahsyat menyimpan pesona?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tarik ulur urusan senyum adalah magnet yang tak akan habis untuk digunting jika kita berkehendak. Senyum, ditempatkannya sebagai pemandangan indah yang kerap kali sengaja dipasang entah sebagai jerat atau pemikat. Atau pula bisa jadi, senyum adalah bagian dari sandiwara hidup ini. Apa jadinya jika wanita seanggun bidadari tanpa senyum? Tentu bersikap selalu cemberut sama dengan menyembunyikan pesona kecantikannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sahabat saya yang asli Solo pernah digilai oleh seorang pria gara-gara senyum. Dirinya mengakui bahwa si pria benar-benar semaput manakala si Solo ini berbasa-basi seraya melemparkan senyumnya. Si gadis Solo awalnya tak sadar jika senyumnya bisa mendatangkan makrifat. Pengakuan si pria sungguh mencengangkan, setiap tidur dirinya mengakui bahwa senyum si gadis emoh pergi hingga tidur usai! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dari mata turun ke hati, asmara mulai angkat bicara. Jika sudah begini, ada benarnya jika senyum adalah bagian dari perangkat lunak yang kerap kali menjadi bumbu romansa kisah perselingkuhan antara rasa cinta dan romantisme sejenisnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Di mata saya, senyum si gadis Solo ini nyaris tak ada istimewanya karena hampir tiap hari menikmati cara dia tersenyum. Sesekali dia pernah tersenyum bahkan nyaris terbahak hingga barisan gigi belakangnya terlihat. Pernah pula berdekatan saya bicara, ada aroma tak sedap yang keluar dari rongga mulutnya. Jika saja aroma itu berujud secara fisik layaknya senyum…, saya tak bisa membayangkan bisakah si pria semaput pula?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pun demikian dengan Cleopatra. Senyumnya sengaja diumbar karena bagian dari pesona tadi. Setiap pria nyaris mengakui bahwa jika Cleoptra&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tak ada senyumnya, maka kecantikannya hilang dengan begitu saja. Juga demikian dengan pengakuan Dewi Soekarno, bagian dari pesona Soekarno muda kala itu salah satunya adalah senyum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Setiap pria ataupun wanita mempunya imajinasi yang nyaris sama jika harus berurusan dengan senyum. Ketertarikan antar sesama jenis selalu dikaitkan dengan senyum. Manis, menarik ataupun menggairahkan mempunyai konotasi yang berbeda pada setiap jengkal pemikiran, dalam artian tentu tak sama. Bisa jadi awal dari ketertarikan pada isteri atau suami Anda dulu awalnya adalah dari senyum tadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Anugerah yang satu ini sudah jadi bukti bahwa senyum merupakan bagian dari sandiwara kehidupan. Ketertarikan menjadi ekses yang maha dahsyat bagi si penikmatnya. Banyak orang mengakui, senyum ada yang membawa luka, ada pula yang terbawa hingga ke ujung tidur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dalam hal ini, bingkailah senyum itu seindah mungkin. Apalagi ada semacam keyakinan bahwa memberi senyum tulus adalah merupakan bagian dari ibadah. Terseyumlah terus dan kesampingkan ketakutan bahwa aroma nafasmu tak bersahabat kecuali memang jika Anda tengah berciuman!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-1285858543367519953?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/1285858543367519953/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=1285858543367519953' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/1285858543367519953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/1285858543367519953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2008/12/senyum-itu-dibawanya-hingga-ke-ujung.html' title='Senyum itu Dibawanya Hingga Ke Ujung Tidur'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7403012379760885546.post-2640236556763553952</id><published>2008-12-04T15:47:00.000+07:00</published><updated>2008-12-04T15:51:18.425+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>MERANGGAS DI MUSIM  SEMI</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Senyum tipis Sovi Aufan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dinikmati sepenuhnya oleh desir angin malam ini. Hening halaman rumah membuat dirinya lebih nyaman berada di luar ruangan. Sesekali jiwanya melambung hingga ke ujung langit manakala dirinya ingat ke masa lalu, tentang perjuangan seorang pria yang bersusah payah mengejar cintanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sang pria sungguh tak jemu menguntit kemana Sovi pergi. Dinantikan khabarnya, dan tak lelah pula dia sering berkata bahwa wanita impiannya hanya Sovi seorang. Kegombalan khas seorang pria tampak tercermin pada prilaku lelaki tadi. Tiba-tiba saja sang pria begitu renyah berpuisi dan ciamik membuat prosa indah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sovi lebih banyak diam ketika sang pria memujinya. Tentang senyum Sovie yang indah, rambut sebahu yang sesekali digerai atau diikat kuda, juga tak luput dari bagian drama melankolis penuh romantisme kala itu. Ruang temaram sebuah restoran menjadi saksi ketika sang pria mengakhiri kencan mereka dengan ucapan tak kalah hebat, &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Bersediakah engkau menjadi isteriku?”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sovi terdiam sesaat. Aliran darahnya terasa lebih kencang berlari. Bening mata si pria tampak berkaca-kaca sebagai pertanda ucapan tulus akan keikhlasan mencintai.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Haru biru perasaan Sovi. Hanya anggukan kepala yang diberikan Sovi, pertanda dirinya mengiyakan ajakan si pria.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Malam ini seharusnya milik mereka berdua. Kemal, Arjuna pengejar cinta yang kini jadi suaminya itu, tergolek di atas ranjang dengan muka sebagian tertutup bantal. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; bunyi dengkur sebagai pertanda napas yang tersendat. Sovi masih tetap asyik dengan kesendiriannya, di sebuah taman depan rumah…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Bila saja hati Sovi tak tertaut oleh sesama rekan bisnisnya, malam ini tentu akan dilewati bersama sang suami. Sovi tak menduga jika urusan bisnis akan beranjak pada urusan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;asmara&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; yang berakhir dalam percintaan terselubung. Perselingkuhan menjadi dinamika yang rentan terjadi pada posisi seorang Sovi. Sovi punya kedudukan dan secara fisik, pesonanya tak jemu untuk dipandang. Itulah sebabnya, Riko adalah pelakon ke dua yang mengejar cinta Sovi. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Kisah &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;asmara&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; terselubung Sovi akhirnya diendus Kemal. Pada sebuah ruangan café Bimo menyaksikan kemesraan Sovi dan Riko. Kemal tentu marah besar dan nyaris menyeret Riko pada sebuah kolam taman. Tapi tak dilakukan, entah apa alasannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Kemal menggandeng rapat Sovi dan memandunya ke arah mobil. Laju kendaraan melesat menuju rumah. Tiba di rumah terjadi percekcokan sengit. Sovi tentu kelimpungan karena rahasia perselingkuhannya terbongkar telak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;“Kejarlah si Riko itu jika kamu merasa nyaman hidup dengannya!” hardik Kemal membuka pembicaraan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;“ Saya minta maaf, Bang! Saya sungguh-sungguh khilaf,” iba Sovi dengan bibir bergetar seraya memeluk suaminya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Tak ada yang dilakukan Kemal manakala tangan Sovi melingkar di pingganya. Sovi merasakan degup jantung Bimo kencang memburu. Amarah tak tertahankan itu akhirnya mengendap seiring ambruknya tubuh tegap Kemal. Kemal semaput dan merasakan inilah episod hidup paling berat yang dirasakannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Malam dirasakan Sovi kian larut. Dingin nyaris membalut tubuhnya. Gesekan tumbuhan yang sedari tadi jadi saksi pada lamunannya tampak mulai layu dan nyaris meranggas layaknya hati seorang Kemal. Kesetiaan seorang lelaki itu mulai dijamah tinta hitam oleh isterinya sendiri dengan cara yang tak elok, selingkuh!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Lunglai tubuh Sovi kala berdiri. Bangkit dari sofa dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;seraya menatap bulan yang sesaat lagi pergi. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; kehangatan yang melingkar dalam pinggang Sovi. Dengus nafas yang tersisa menyentuh pundaknya, bulu kuduk Sovi terasa hangat. Pun demikian dengan lingkaran tangan itu semakin kuat membalut. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Dipapahnya Sovi menuju ruang tidur. Gamit tangan Sovi mencengkran kuat lelaki yang telah menikahinya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;selama &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; tahun itu. Sovi sesaat berdiri di depan cermin. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; lelehan bening mengalir dari sudut matanya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;“Saya tak akan jemu untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;setia hingga kau merasa jenuh dengan kesetiaanku itu,” ucapan lirih Kemal mengayun lembut di telinga Sovi. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;“Terlalu saying jika kita harus melepas kepolosan dan kelucuan buah hati kita karena ulah kekerdilan pikiran kita,” terang Kemal meyakinkan hati Sovi. Sovi melirik pemilik mata bulat itu dengan tatapan sempurna.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Sovi beranjak menuju lemari Pakaian. Sesaat dirinya sudah berganti gaun. Pakaian tidur berbahan satin dengan warna merah marun adalah kesukaan Bimo, membungkus penuh si pemilik wajah anggun itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Bimo tersenyum lebar seraya mengecup kening Sovi. Kini Sovi merasakan bahwa kehangatan itu tak pernah berubah dari dulu…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;“Saya minta maaf, Bang, Saya tak akan membiarkan hati Abang layu berkepanjangan,” lirih Sovi dalam bathinnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7403012379760885546-2640236556763553952?l=kumbangdusun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/feeds/2640236556763553952/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7403012379760885546&amp;postID=2640236556763553952' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/2640236556763553952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7403012379760885546/posts/default/2640236556763553952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kumbangdusun.blogspot.com/2008/12/meranggas-di-musim-semi.html' title='MERANGGAS DI MUSIM  SEMI'/><author><name>kumbangdusun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17695779865790460573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_gBwYt-zA9KU/Sx-jxXZdMoI/AAAAAAAAAGU/QY_pmKzT2ic/S220/jing_hsu.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
